“ Duc in Altum “ = Bertolaklah Ketempat yang dalam.

“ Duc in Altum “ = Bertolaklah Ketempat yang dalam.

Kamis, 3 September 2020, St. Gregorius Agung,

1Kor. 3:18-23; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11.BcO                                  

2 Tim. 2:1-21 warna liturgi Hijau

“ Duc in Altum “ = Bertolaklah Ketempat yang dalam.

Bapa dan Ibu, saudara / saudari / adik adik dan kita semua yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus. Merenungkan bacaan injil hari ini, sungguh bacaan yang mengandung banyak pesan moral dan spiritual yang bisa kita ambil. Namun ada satu kejadian yang sangat menarik perhatian yaitu perintah Yesus kepada Simon :

“ Bertolaklah ketempat yang dalam ”.

Sabda Allah yang kita dengar hari ini mengajak kita untuk mau pergi ketempat yang lebih dalam lagi agar kita menghasilkan berkat berlimpah limpah lagi banyaknya. Pergi ketempat yang dalam jika tidak dimaknai secara spiritual, maka perintah itu menjadi seperti sebuah perintah yang mengancam dan membahayakan. Namun kalimat Simon yang berkata : “ Tetapi karna Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga “.

Kata kata Simon dalam perikop ini menegaskan kepada kita semua bahwa perintah itu bukan perintah kosong. Kata Kata Simon memperlihatkan penyertaan Yesus didalamnya. Pergi ketempat yang dalam dengan penyertaan Yesus, seperti Simon kitapun akan menghasilkan banyak berkat.

Demikian juga pada saat pandemic covid-19 saat ini. Kita sebagai umat beriman mendapat perintah juga untuk lebih dalam dan lebih seksama lagi memperhatikan keadaan di sekeliling kita. Kita diajak untuk memberikan perhatian, pertolongan, bantuan dan doa kepada saudara saudara kita yang terlilit kesusahan, terlebih dalam lagi akibat pandemi ini.

Mungkin saja kitapun adalah bagian dari sebagian besar yang terkena dampak itu. Namun mari kita belajar dari teks Injil yang telah menjelaskan bahwa perintah yang diberikan kepada kita bukan perintah kosong, melainkan ada peran dan penyertaan Allah didalamnya.

Simon merespon perintah yang berisi penyertaan Allah itu dengan iman yang baik, lalu menghasilkan banyak berkat. Kitapun juga pasti seperti Simon yang akan melaksanakan perintah itu dengan iman yang baik kepada Yesus, lalu pasti kitapun akan menghasilkan banyak berkat juga.

Berbagi makanan dengan tetangga misalkan. Tidak hanya membuat mereka yang kita bantu ikut kenyang secara fisik saja, tetapi juga membangun satu hati yang mau berbagi dan dengan sendirinya terbangun tali kasih yang baik dan tulus dengan sesama. Makanan adalah berkatnya dan Hati yang mau berbagi dan Tali kasih yang terbangun adalah berkat berlimpah limpah.

Memberikan pakaian kepada tetangga yang membutuhkan, tidak hanya menghangatkan tubuh mereka, tetapi juga menghangatkan rasa persaudaraan yang baik antar sesama. Pakaian adalah berkatnya, namun rasa persaudaraan yang terbangun adalah berkat berlimpah.

Bapa dan Ibu, saudara / saudari / adik adik, mari pergi ketempat yang dalam, bersama penyertaan Allah kita akan menghasilkan banyak berkat. Setelah itu kita akan memanggil semua orang untuk merasakan berkat berlimpah itu, seperti Simon yang juga memanggil murid yang lain untuk menarik ikan ( berkat ) dari tempat yang dalam itu.

Tuhan Yesus memberkati

Amin …

Penulis : Agustinus Thomas Saragih