“ Mengenal Allah Dalam Aksi Solidaritas “

“ Mengenal Allah Dalam Aksi Solidaritas “

Bacaan Liturgi 26 September 2020 
Bacaan I   : Pkh 11:9-12:8
Mazmur   : 90 : 3-612-14.17
Bacaan Injil : Lukas 9:43b - 45
 

Bapak dan Ibu / saudara dan saudari / serta adik adik yang dikasih Tuhan. Bacaan Injil hari ini sungguh singkat. Hanya ada 3 ayat saja yaitu Lukas Bab 9 ayat 43b, ayat 44 dan ayat 45. Jadi total hanya terdiri 3 ayat saja. (9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:44   "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."45 Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Bapak dan Ibu / saudara dan saudari / serta adik adik yang dikasih Tuhan. Membaca Periokop ini tentu kita tiba dalam satu pertanyaan : Apakah yang dilakukan oleh Yesus hingga pada awal perikop hari ini disebutkan bahwa ( Bdk ayat 43b ) “ Ketika semua orang masih heran karna segala yang dipebuatNya itu “ ? Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas kita harus membaca perikop sebelumnya yaitu Lukas Bab 9 : 37 - 43a yang menceritakan kisah tentang Yesus menyembuhkan seorang anak yang diganggu oleh Roh. Pada Bab 9 : 43a disebutkan bahwa : “ Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah ”. Lalu ;Pada Bab 9 : 43b yang menjadi ayat pertama perikop ini disebutkan : Ketika semua orang itu masih heran karena segala sesuatu yang diperbuatNya itu, Yesus berkata kepada murid-muridnya. Melihat 2 ayat pada ayat 43a dan 43b diatas menggambarkan kepada kita bahwa Melalui perbuatan Yesus semua orang merasa takjub akan kebesaran Allah. Semua orang menjadi percaya bahwa Allah lah yang melakukan penyembuhan terhadap anak yang sering diganggu oleh roh itu. Namun yang menarik adalah disaat semua orang takjub dan karna melihat kuasa Allah dalam diri Yesus, justru pada saat itulah Yesus mengatakan kepada Murid-muridNya bahwa Anak Manusia akan diserahkan kedalam tangan Manusia. Pada kalimat ini Yesus ingin mengatakan kepada Murid-muridNya bahwa Dia akan menanggung sengsara, disiksa dan menderita. Yesus yang penuh dengan kuasa Allah akan menanggung sengsara dan menderita ? Sungguh satu peristiwa yang sulit untuk dimengerti. Sebab tidak ada kuasa yang lebih besar daripada kuasa Allah. Dan Kuasa itu ada dalam diri Yesus. Bagaimana mungkin Yesus yang penuh kuasa itu diserahkan ketangan manusia yang sesungguhnya tidak memiliki kuasa apapun. Para Murid belum mengerti bahwa Yesus hadir ke dunia untuk melaksanakan seluruh kehendak Bapa, hingga harus menanggung penderitaan dan sengsara.

Bapak dan Ibu / saudara dan saudari / serta adik adik yang dikasih Tuhan. Apa hal yang dapat kita ambil dari kisah yang telah diuraikan diatas ? Jawabannya adalah : “ Allah Yang Bersolider dalam diri Yesus Kristus “.Firman yang telah menjadi manusia itu hadir ditengah tengah manusia untuk merendahkan diriNya dan mengambil keadaan sama dengan manusia terkecuali tentang dosa. Yesus malakukan semua itu untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan manusia dari dosa yang menjauhkan manusia dengan Allah. Melalui Yesus kini setiap manusia percaya akan disatukan kembali dengan Allah. Para Murid yang Heran dan Tidak Mengerti.Kitapun adalah murid - murid Yesus yang dahulu tidak mengerti. Dengan pewartaan Yesus dan dalam diriNya, kini kita mengenal Allah kita sebagai Allah yang bersolider. Allah yang tidak memerintah dari kejauhan di tempat yang tidak terhingga, namun Allah kita sungguh dekat mendatangi kita dan selalu beserta kita. Allah yang bersolider itu telah hadir sebagai contoh kepada kita semua untuk juga hidup dalam semangat solidaritas yang baik. Tentu kita juga diajak untuk hidup dalam semangat solidaritas yang berasal dari Allah itu. Terutama dimasa krisis pandemi Covid-19 saat ini, kita diundang untuk saling merasakan tentang kekurangan dan kelemahan sesama, saling memberikan semangat dan dukungan bagi sesama kita yang berduka dan kehilangan orang orang terkasihnya, berbagi makanan terhadap siapa saja yang membutuhkan agar semua orang dapat makan dengan makanan yang layak, berbagi pakaian agar semua orang tidak kedinginan melewati malam, berbagi cerita menghibur dengan tetangga agar meningkatkan kegembiraan hati, singkatnya melakukan apa saja yang baik sebagai bukti solidaritas kita, tanpa harus memandang suku, agama golongan atau identitas apa saja. Bukti bahwa kitapun merasakan kelemahan dan kekurangan orang lain, seperti orang lain juga merasakan kelemahan dan kekurangan kita. Dengan demikian kita telah mempersiapkan satu ladang dimana kasih terhadap sesama karna Allah, tumbuh dan subur diatasnya. 

Amin 

 

Oleh : Agustinus Thomas Saragih