"70 x 7, Talenta dan Dinar, apa hubungannya ?"

"70 x 7, Talenta dan Dinar, apa hubungannya ?"

HARI MINGGU BIASA XXIV

“70 x 7, Talenta dan Dinar, apa hubungannya?”

Sir. 27 : 30 – 28 : 9, Rm 14 : 7-9, Mat 18 : 21-35

Kita sering sekali mendengar bacaan perikop ini, dan saya yakin kita semua sudah tahu apa tafsirnya. Atau mari kita coba segarkan ingatan kita lagi yaitu bahwa kita harus mengampuni kesalahan sesama yang bersalah kepada kita karena kita telah terlebih dahulu menerima pengampunan dari Allah. Perikop ini mau menjelaskan bahwa kita harus saling memaafkan dengan tanpa batas. Ajakan Tuhan seperti itu. Tetapi, apakah prakteknya semudah itu? Jangankan tujuh puluh kali tujuh, satu kali saja berat sekali rasanya. Benarkah seperti itu?

Mari kita coba tafsirkan dengan cara lain. Kita lihat hamba yang pertama yang berhutang sepuluh ribu Talenta. Sepuluh ribu Talenta itu berapa Dinar sih? Silakan Bapak/Ibu buka kamus Alkitab, adanya di bagian paling belakang Alkitab. Satu Talenta = 6000 Dinar. Kalau berhutang 10.000 Talenta, artinya berhutang 60.000.000 (enam puluh juta) Dinar. Kalau upah Pekerja 1 Dinar untuk 1 hari (Mat 20:2), artinya orang ini berhutang bekerja selama 60 juta hari atau kurang lebih 164 tahun hari kerja. Apakah kira-kira hamba yang berhutang 10.000 Talenta ini sanggup membayarnya? Secara Logika tidak mungkin sanggup.

Kita lihat hamba yang kedua yang berhutang hanya 100 Dinar kepada hamba yang pertama. Kitab suci menulis bahwa hamba yang pertama menolak membebaskan hutang 100 Dinar itu. Si Hamba Pertama telah menerima pembebasan hutang sebesar 60.000.000 Dinar dari Sang Raja, tetapi ia enggan membebaskan hutang kawannya yang hanya 100 Dinar. Pantaskah Sang Raja marah? Umat Tuhan yang terkasih, hamba yang pertama adalah gambaran diri kita yang seringkali gagal memahami kebaikan Tuhan sehingga sangat sulit memberi pengampunan bagi sesama. Padahal, setiap hari kita bicara soal pengampunan saat mendaraskan Doa Bapa Kami. Kalau saja kita terus menerus menyadari bahwa Tuhan telah membebaskan kita dengan darah yang mahal yaitu Darah Kristus (bdk 1 Ptr 1 : 19) dari hutang dosa yang tidak pernah sanggup kita bayar atau tebus, seharusnya tidak sulit bagi kita untuk memberi pengampunan sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali atau dengan tanpa batas bagi sesama yang bersalah kepada kita.

Mari kita terus-menerus bangun kesadaran akan kebaikan Tuhan bagi kita agar kita pun memiliki hati yang selaras dengan hati Allah yaitu hati yang pengampun atau hati yang rahim. Mari terus berdoa dan Tuhan pasti memberikan kekuatan yang kita butuhkan untuk mencapai titik itu.

Selamat hari Minggu, selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi - Tuhan memberkati.