Bagaimana Bersikap Terhadap Kekayaan ?

Bagaimana Bersikap Terhadap Kekayaan ?

         Saudara terkasih,menarik memperhatikan apa yang ditulis dalam Lukas 16,isinya menceritakan 3 topik berbeda,topik pertama menceritakan mengenai “Perumpamaan Tentang Bendahara yang Tidak Jujur (16:1-9)”,selanjutnya mengenai “Nasihat Setia Dalam Perkara yang Kecil (16:10-18)” dan  terakhir  mengenai “Orang Kaya dan Lazarus yang miskin (16:19-31)”.

Jika kita lebih mendalami,akan nampak benang merah diantara ketiganya,yaitu ajaran Yesus mengenai,bagaimana bersikap terhadap kekayaan yang dimiliki ?.

         Dalam perikop awal, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang bendahara yang dianggap menghamburkan kekayaan tuannya,sehingga ia diberhentikan. Sebelum diberhentikan bendahara tersebut memanggil dan mengurangi kewajiban-kewajiban hutang beberapa orang yang berhutang kepada tuannya dengan mengganti surat hutang dengan surat hutang baru yang jumlahnya lebih kecil,dengan harapan agar saat ia berhenti bekerja ia dapat ditampung/dibantu untuk tetap memperoleh nafkah hidupnya dari orang-orang yang telah dibantu.

Yesus memuji kecerdikan bendahara yang tidak jujur itu,namun menurut persepsi saya,Yesus tidak membenarkan tindakannya,karena Ia menyebut bendahara itu tidak jujur.

Pesan yang dapat diambil  dari perikop ini adalah; bagaimana seseorang menggunakan harta untuk bisa memelihara hubungan baik dengan sesama,sehingga saat dibutuhkan kita masih bisa mendapat bantuan (nafkah). Hal ini dapat disimpulkan dari penutup perumpamaan, Yesus menyimpulkan sbb; “ ….. Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur,supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi,kamu diterima di dalam kemah abadi.  

        Perikop kedua berisikan 2 sub perikop yang berbeda,namun tetap terfokus pada “bagaimana cara memperlakukan harta”.

Lukas 16:10-13,seolah menceritakan dua hal yang bertentangan dimana kita harus memilih kesetiaan pada mamon yang tidak jujur,atau kepada Allah, termasuk dalam pengelolaan mamon. Persepsi saya keduanya berkesinambungan, dalam mengelola kekayaan sekalipun ajaran mengenai kejujuran,itikad baik dan ketulusan menjadi penting,jangan sampai dalam pengelolaannya kita melanggar ajaran-ajaran yang telah diberikan Yesus. Dengan kata lain yang menjadi keutamaan bukan obyeknya namun bagaimana sikap kita dalam mengelolanya.

Perikop selanjutnya Lukas 16 : 14-18,merupakan respon Yesus atas cemoohan orang Farisi atas nasihat Yesus mengenai perlakukan terhadap kekayaan. Atas pengelolaan materi jangan sampai hanya untuk kepentingan nama baik pribadi (cq. Persepsi dalam tulisan injil orang Farisi adalah simbol dari orang-orang yang menggunakan aturan agama untuk kepentingan pribadi).

Menurut hemat saya dalam 2 perikop diatas Yesus mengarahkan kita agar tetap berpegang pada kepatuhan pada ajaran-ajaran-Nya dalam mengelola materi,dan jangan sampai mengutamakan materi untuk kepentingan pribadi.

       Perikop ke-3, Lukas 16 :19-31,Yesus kembali hendak mengingatkan kita bagaimana perlakukan terhadap kekayaan.

Kondisi ekstrim miskin - kaya dalam dunia,miskin masuk dalam pangkuan Abraham,sedang kaya masuk dalam sengsara alam maut,menurut saya adalah penggambaran Lukas yang selalu membela orang miskin dalam setiap tulisannya. Maksud  kisah tersebut lebih mengarah pada bagaimana seorang yang beruntung dalam kehidupannya didunia,dititipkan kekayaan,agar bisa menggunakan kekayaannya untuk kemuliaan-Nya sehingga bisa mendapat tempat yang telah dijanjikan-Nya.

Andai saja dalam kisah tersebut,sikaya bisa menghilangkan rasa lapar Lasarus dalam setiap kesempatan,mungkin saja ia bisa menghilangkan rasa hausnya pada saat sengsara dialam maut.

         Secara pribadi dari perenungan ini saya menjadi khawatir bahwa saya adalah bendahara/orang Farisi/orang kaya yang hidup disaat ini,dengan melakukan hal-hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan dalam Lukas 16,sehingga pada saatnya nanti saya akan masuk dalam alam maut dan tidak setitik airpun bisa menghilangkan dahaga yang sangat. Untungnya saya masih diberi kesempatan untuk berubah,agar menggunakan titipan Tuhan dalam bentuk materi untuk memenuhi kebutuhan sesama.

Semoga kita bersama bisa saling berdoa dan mengingatkan mengenai hal ini, Amin. @dlafevermore