“Allah Yang Hadir Sebagai Korban Ketidakadilan”

“Allah Yang Hadir Sebagai Korban Ketidakadilan”

Renungan Harian, 14 September 2020

“Allah Yang Hadir Sebagai Korban Ketidakadilan”

Bilangan 21:4-9; Filipi 2:6-11; Mazmur 78 :1-34; Injil Yohanes 3:13-17

Para sahabat terkasih, dalam Bulan Kitab Suci Nasional 2020 ini salah satu topik pertemuan adalah “Allah Yang Hadir Sebagai Korban Ketidakadilan” (Matius 25:31-40), dimana Yesus menyatakan hadir dalam diri orang-orang kecil, lemah, menderita dan menyandang disabilitas. Dalam bacaan Kitab suci hari ini juga kita mendapat gambaran bagaimana Allah karena kasihnya “merendahkan diri” untuk kepentingan manusia.

Bilangan 24:4-9, menggambarkan betapa Allah mengasihi bangsa Israel, dengan merendahkan diri. Dimana Allah menggunakan Bileam seorang dukun untuk membantu agar bangsa Israel tidak diserang oleh Balak raja Moab.  Nilai positipnya  Bileam dalam kuasa Roh, menyadari bahwa  Allah adalah maha tinggi sehingga ia menyusun sebuah pujian bagi Allah dan bangsa Israel, serta mematuhi apa yang diperintahkan Allah.

Selain itu, Filipi 2:6-11 menjelaskan bagaimana Yesus Kristus Tuhan kita merendahkan diri menjadi sama dengan manusia, sekaligus mau mati karena kasih Nya pada manusia. Paulus menegaskan kerendahan hati dan pengorbanan-Nya yang membuat Ia ditinggikan oleh Allah.

Kedua perikop diatas ditegaskan oleh Injil Yohanes, bagaimana Yesus menjawab pertanyaan Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi mengenai dilahirkan kembali. Dalam penjelasan tambahan Yesus menegaskan bahwa dilahirkan kembali  bermakna seorang dilahirkan kembali dalam Roh, sehingga ia bisa diselamatkan untuk diterima dalam kerajaan Sorga. Semua bisa terjadi karena begitu besar kasih Allah sehingga Ia telah mengorbankan Anak Nya yang Tunggal yaitu Yesus.

Perikop-perikop diatas berfokus pada Allah yang mau Hadir bagi manusia melalui Yesus untuk menyelamatkan umat yang dikasih-Nya. Walaupun sangat sulit,  kita ditantang untuk bisa menduplikasi tindakan-tindakan mulia bagi sesama khususnya pada diri orang-orang kecil, lemah, menderita dan menyandang disabilitas.

Tuhan kiranya berkenan memberikan karunia Roh kesalehan, sehingga kami mau sependeritaan dengan sesama, Amin.

Dlafevermore