CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN

CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN
CATATAN KECIL DARI REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 DP/DPH PAROKI JATIWARINGIN

REKOLEKSI PRA-RAKA 2019

“SPIRITUALITAS PELAYANAN GEREJA DI ERA MILLENIUM”

Evaluasi atas kegiatan-kegiatan program kerja yang telah dicapai pada tahun 2019, DP Paroki Jatiwaringin mengadakan REKOLEKSI PRA-RAKA 2019 di Hotel Lor-In Sentul pada tanggal 21 September 2019, yang di hadiri oleh DP dan Ketua subseksi-subseksi yang ada di kepengurusan Paroki Jatiwaringin. Selain Evaluasi rekoleksi dilaksanakan sebelum Rapat Karya selanjutnya,rekoleksi ini diharapkan dapat membantu dan membangun kerjasama team kepengurusan yang lebih baik lagi dalam pelayanannya sehingga program-program karya dapat terlaksana dengan baik dan perkembangan gerejapun menjadi lebih baik di Era Millenium ini.

Pada kesempatan tersebut hadir pula sebagai pembicara Rm Yustinus Ardianto,Pr membawakan tema utama dari rekoleksi ini, dan Bapak Andreas Tantri (Wakil awam dekenat Bekasi) yang turut sharing mengenai Tata Kelola Pelayanan Paroki.

Dalam kata sambutannya Rm. Kunradus Badi Mukin,CSsR sebagai Kepala Paroki dan Ketua Umum PGDP Jatiwaringin menyampaikan menurut Konsili Vatikan ke II gambaran Gereja adalah sebagai Umat Allah, berarti Imam dan Umat termasuk dalam kelompok umat Allah, perbedaannya adalah hanya dalam tugas yang diembannya.  

Dalam Kitab Hukum Kanonik Katolik dijelaskan bahwa setiap Paroki harus ada Pengurus Dewan yang memikirkan,merencanakan dan bekerjasama dengan umat  menjalankan program-program kegiatan untuk kemajuan Paroki tersebut,oleh karena itu Rm. Kun mengajak semua pengurus untuk berjuang dan bekerjasama  dalam menjalankan dan mewujudkan program-program yang telah direncanakan 2019 dengan baik demi kemajuan gereja.  Beliau juga berterima kasih kepada para pengurus atas  segala kemajuan yang telah dicapai.

Bp. Bambang Sumardjiko sebagai wakil DP menyampaikan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang biasa,namun kita tetap harus Bersatu dan beliau mengharapkan sepulang dari rekoleksi DP dan seksi-seksi lainnya dapat menyelesaikan program yang telah dijadwalkan.

Filix Yudho sebagai Sekretaris I DP menginformasikan perihal penyesuaian kepengurusan DP seturut dengan buku Panduan PGDP 2019 yang baru dari Ke Uskupan Jakarta.

Dalam Kepengurusan DP 2018 -2021 Paroki Jatiwaringin kita mengenal dan menggunakan istilah Seksi didalam kepengurusan tahun ini,di buku Panduan 2019 istilah Seksi tidak digunakan tetapi dipakai istilah BIDANG. Susunan Bidang membawahi pun mengalami perubahan.contoh seperti : Seksi Liturgi berubah menjadi Bidang Peribadatan, Bidang Pewartaan yang saat ini membawahi seksi Katekese,Kerasulan Kitab Suci dan Panggilan berdasarkan buku panduan yang baru ini akan membawahi seksi : Katekese,KKS dan Komsos,Bidang Persekutuan yang sekarang ini membawahi Kategorial akan berubah membawahi  Kerasulan Keluarga,Panggilan dan Kepemudaan, dan sebagainya.  Menurut beliau,perubahan ini tidak akan langsung dilaksanakan namun akan disesuaikan secara bertahap,sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Pada kesempatan ini Rm. Yustinus Ardianto membawakan Pusat Pastoral KAJ, Ministry 4.0. Beliau menyampaikan bahwa dalam Gereja Katolik kepemimpinan langsung disatukan dengan pelayanan (Steward Leadership) yaitu kepemimpinan yang melayani.

Prinsip utama pelayanan Keuskupan Agung Jakarta adalah “MELAYANI DENGAN SEMANGAT GEMBALA BAIK DAN MURAH HATI”.

Prinsip ini selalu ditekankan karena hal ini mudah dikatakan namun sulit dilaksanakan.

“KITA MAU MENJADI GEREJA SEPERTI APA?” 

TRANSFORMASI

Gereja harus mengakui jaman sudah berubah,dimana-mana orang-orang tmenggunakan teknologi canggih.Orang-orang muda menginginkan perubahan, pergeresan budaya iman luar biasa.  Gereja tidak boleh tutup mata akan perubahan.

Rm. Yus menyampaikan bahwa jika kita terlambat berubah maka gereja kita kan seperti gereja-gereja di Eropa,dimana,anak-anak muda tidak akan tertarik untuk datang ke gereja,sehingga kebanyakan gereja disana ditutup.

Kadangkala kita takut untuk berubah.  Kita harus mencari terobosan-terobosan baru dalam gereja.  Gereja harus membaharui diri sehingga Gereja berkembang dan transformatif. Setelah Konsili Vatikan ke 2, belau mengatakan ahli-ahli Liturgi membuat sebuah moto : HAKEKAT GEREJA adalah PERUBAHAN.

Selanjutnya mengenai kepemimpinan Rm. Yus, menyampaikan bawah kepemimpinan dapat diciptakan melalui proses. Kelemahan dapat diatasi lewat suatu Pendidikan.

Type-type pemimpin bisa dilhat dari 3 warna :

Merah  :  type pemimpin yang berani,menggebu-gebu,eksplosif,emosional dan cepat

Hijau    :  type pemimpin tenang,diam,cari data terlebih dulu,sudah jelas baru bicara

Biru     :  type pemimpin harmoni,ramah dan supel

Setiap kepemimpinan mempunyaian kekhasan.

Ketika berorganisasi kita harus siap untuk bertemu dengan orang-orang yang berbeda-beda. Menjadi pengurus gereja tidak ada keuntungan materialnya,, maka di gereja tidak ada yang tinggi dari yang laiinya, DPH tidak lebih tinggi dari lingkungan,karena gereja bukan sebuah institusi.

Menanggapi ucapan Rm Kunradus Gereja adalah umat Allah, Rm Yus menyampaikan bahwa Paus Fransiskus lebih menekankan bahwa gereja bukan kumpulan umat Allah, melainkan Gereja adalah Kisah Cinta bahkan Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa Gereja sebagai Rumah Sakti di Medan Perang. 

Bahwa gereja adalah Kisah Cinta dimana orang yang datang ke paroki mengalami cinta satu sama lain saling mengasihi sama juga seperti di medan perang semua terlibat.

Prinsip dasar dalam pelayanan adalah “WE HAVE TO GIVE MERCY” (Belas Kasih)

Bp. Andreas Tantri dalam sharingnya mengenai Tata Kelola Pelayanan paroki menyampaikan : dalam melayani,kita harus memiliki semangat yang satu untuk membangun bersama, Gereja sebagai persekutuan.  Tidak ada atas bawah,struktur paroki adalah lingkaran,DPH, seksi2,lingkungan2 setara dalam menjalankan pekerjaannya.

Beliau menyammpaikan bahwa dalam merubah sesuatu janganlah hanya protes saja, tetapi ikut sebagai pemain dan terlibat didalamnya untuk melakukan perubahan.  DPH,DP inti lingkungan dan umat sifatnya kesetaraan dan kemitraan..

Fungsi persekutuan ada koordinasi untuk melayani umat,jadi dalam pelayanan tidak ada perbedaan.

Untuk menjadi pengurus dan pelayan gereja :

  1. Kita harus menyadari bawha semua memiliki pandangan yang berbed, untuk itu kita harus bisa saling menghargai dan jangan terlalu berdasarkan pada pandangan sendiri yang benar.
  2. Harus bisa menjadi pendengan yang baik,jika kita menjadi pendengar yang baik,kita menghargai pendapat orang lain.
  3. Komunikasi adalah hal yang sangat penting, Baiknya dalam berdiskusi kita bentuk dalam sebuah pertemuan,terdiri dari beberapa orang.
  4. Pendelegasian tugas, sehingga pelayanan dan kegiatan terus dapat terus berjalan dan jangan dijalankan hanya oleh seorang (one man show).

Beliau juga menyampaikan hal penting yang perlu diketahui dan dijalankan dalam memilih tim karya, harus mengerti kompetensi dari seseorang untuk bisa masuk ke tim karya.  Pemilihan kompetensi ini bisa dilakukan dengan menilai secara : HARD SKILLS dan SOFT SKILLS.

HARD SKILLS :adalah kemampuan khusus untuk pekerjaan ,secara umum lebih banyak ketrampilan teknis yang kita pelajari di sekolah,program sertifikasi,materi pelatihan dari pengalaman di tempat kerja.

SOFT SKILLS  adalah ciri dan perilaku kepribadian,soft skill bukan tentang pengetahuan yang anda miliki tetapi perilaku yang anda tampilkan dalam suatu yang berbeda.

Semua ini dapat kita pelajari.  Keberhasilan dan kesuksesan suatu pelayanan dan kegiatan dapat dicapai jika kita buat suatu perencanaan dengan baik dan terarah,dan pengawasan serta evaluasi setiap saat.

Jangan takut atau khawatir dengan perubahan, karena perubahan itu selalu aka nada dan kita perlu melihat secara positif,mengikuti perkembangandan menjadi hal yang membeirkan peluang yang baik,

“PERUBAHAN BUKANLAH ANCAMAN MELAINKAN PELUANG,KEBERLANGSUNGAN BUKANLAH TUJUAN, MELAINKAN KESUKSESAN TRANSFORMATIF” – seth.

Jika kita melakukan sesuatu harus didasarkan pada data yang dikumpulkan,bukan berdasarkan pada perasaan dan berpikir out of the box.

Acara rekoleksis kemudian dilanjutkan dengan Pemaparan Hasil Rembug dari Wilayah2 2019 kemudian diteruskan dengan Kelompok – Pemetaan Kekuatan Gereja dan Pengembangannya.dan Sharing Masing-masing kelompok

Rekoleksi ditutup dengan Misa dipimpin oleh Romo Kunradus Badi Mukin,CSsR. sebelum peserta kembali ke Jatiwaringin.

Semoga apa yang didapat pada rekoleksi ini,dapat dijalankan dan diterapkan dengan baik,dengan tujuan agar perkembangan Gereja Paroki Jatiwaringin menjadi lebih baik lagi dalam segala hal. Amin.

Komsos