Minggu Kerahiman Ilahi

Minggu Kerahiman Ilahi

Minggu Paskah II

“Damai Sejahtera bagi Kamu!”

Kis.2:42-47;1Ptr.1:3-9;Yoh.20:19-31

Kembali kita memasuki sebuah Minggu khusus, Minggu Kerahiman Ilahi, di Minggu Paskah kedua. Jika kita membaca di Penanggalan Liturgi 2020, Tahun A-II, maka ada tertulis persyaratan untuk mendapatkan indulgensi penuh. Namun, kita semua tahu dan mengalami, untuk tahun ini, semua perayaan Ekaristi diikuti di rumah masing-masing. Jadi, kita belum memenuhi persyaratan? Syukur kepada Allah, kita mendapatkan indulgensi penuh pada Hari Raya Paskah, Minggu 12 April 2020, melalui Gembala Baik dan Murah Hati, Bapak Uskup Suharyo Kardinal.

Bacaan pertama mengisahkan tentang cara hidup jemaat perdana(di Yerusalem). Diceritakan bagaimana mereka bertekun dalam pengajaran para Rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Siapa mereka? Itu ditulis di ayat 41, yaitu mereka yang memberikan diri untuk dibaptis. Dibaptis, setelah mendengarkan khotbah Rasul Petrus dan mendapatkan penjelasan dari rasul-rasul yang lain(bdk. Kis. 2:37-38). Cara hidup jemaat itu sedemikian rupa, sehingga menarik banyak orang lain untuk bergabung. Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan.

Sementara, dalam Injil Kristus menurut Yohanes, berkisah tentang para murid yang bersukacita ketika melihat Tuhan. Para murid yang berkumpul dengan pintu-pintu terkunci, karena takut kepada orang Yahudi, menjadi gembira dan dikuatkan, setelah mendengar sapaan Yesus, “Damai Sejahtera bagi kamu!”, dan Yesus memperlihatkan bahwa Dia sungguh telah bangkit dan menemui para Rasul. Dua kali sapaan yang sama disampaikan. Dan pada yang kedua, dilanjutkan dengan tugas perutusan. Untuk itu, para murid dikarunai dengan Roh Kudus. Kehadiran Yesus ketika para murid berkumpul diceritakan dua kali. Pertama tanpa kehadiran Tomas Didimus, sedangkan yang kedua kalinya, Tomas ada. Cerita yang tentunya sangat dikenal umat. Bahkan sabda-Nya kepada Tomas, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.", tentulah diingat dengan baik.

Bagaimana memetik inspirasi dari kisah dalam Injil dan Bacaan-Bacaan untuk minggu ini? Jika dipikir secara mendalam, cara hidup umat perdana terkesan sangat ideal untuk kita saat ini. Kita bisa bertanya, misalnya, apakah semangat untuk memperlajari pengajaran para Rasul dalam Kitab Suci dan ajaran Gereja lainnya masih hidup? Bagaimana dengan semangat persatuan dan persekutuan yang diwujudkan dengan semangat berbagi? dan lain pertanyaan bisa diajukan.

Apa pun jawaban yang kita berikan, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk menghidupkan cara hidup itu. Bisa jadi tidak sama persis, namun esensinya sama: bertekun pada pangajaran para Rasul, berkumpul dan
berdoa bersama dalam semangat berbagi. Sehingga kita layak untuk disebut sebagai murid Yesus, mengabarkan Kabar Gembira kepada orang-orang lain. Bukankah pada setiap akhir perayaan Ekaristi kita diutus?

Inspirasi lainnya, bisa dari Sabda-Nya kepada Tomas. Ya, kepada kita semua. Yang walau pun belum pernah melihat Kristus, kita percaya. Seperti yang disampaikan oleh Rasul Petrus kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, ”Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.” (Bacaan kedua).

“Selamat merenungkan makna Minggu Kerahiman Ilahi dalam suasana Paskah, dan, ikut mewartakan Sabda-Nya dengan berbagi kepada sesama.