Dimampukan untuk Berani Mewartakan

Dimampukan untuk Berani Mewartakan

HARI RAYA PENTAKOSTA
“Dimampukan untuk Berani Mewartakan”

(Kis.2:1-11;1Kor.12:3b-7,12-13;Yoh.20:19-23)

Ada sebuah film, berjudul “A.D., Kingdom and Empire”, produksi MGM. Sebuah filem serial pendek, terdiri dari 12 episode. Jika diringkas, film tersebut berkisah tentang peristiwa sejak Yesus disalib, setelah melalui pengadilan oleh Pilatus, bangkit dan naik ke surga, yang diceritakan sekilas. Selanjutnya, kisah bercerita cukup rinci, tentang bagaimana para Rasul dengan berani mewartakan Kabar Gembira, walau banyak tekanan, dan bahkan, bisa membahayakan nyawa. Yaitu, sejak para rasul menerima Roh Kudus, di hari Pentakosta, sepuluh hari sejak kenaikan Yesus ke surga. Sebagian besar cerita terjadi di Yerusalem. Dikisahkan juga, bagaimana mereka dikejar-kejar pasukan Imam Besar Kayafas, dan juga dalam pengawasan penjajah Roma. Para Rasul, dengan berkobar-kobar, seperti kisah “Dua murid yang ke Emaus” (bdk. Luk. 24:32), memberitakan Kerajaan Allah (Kingdom), setelah menerima Roh Kudus, dalam situasi dibawah tekanan Kekaisaran Roma (Empire). Peran yang paling menonjol, tentulah oleh Simon Petrus. Juga, menjadi bagian dari cerita adalah sepak-terjang Saulus, dengan tindakan yang membuat miris, sebelum ditangkap dan diutus Yesus. Namun, dalam serial pendek ini, Paulus diutus ke tempat lain. Peran rasul Paulus belum diperlihatkan secara intensif.

Bacaan pertama, yang diambil dari Kisah Para Rasul, kita diceritakan peristiwa turunnya Roh Kudus, yang sekarang kita rayakan sebagai Hari Raya Pentakosta. Bagi kita, pada masa kini, inilah akhir dari masa Paskah, seturut liturgi gereja. Setelah ini, kita akan memasuki Pekan Biasa IX, dari tiga puluh tiga atau tiga puluh empat minggu dalam satu tahun Liturgi. Untuk tahun 2020, tahun liturgi akan berakhir pada Pekan Biasa ke-34, yaitu minggu yang dimulai pada 23 Nopember 2020. Kembali ke Bacaan Pertama. Pentakosta, yang awalnya, dalam Perjanjian Lama, dirayakan tujuh minggu setelah panen gandum (bdk. Im. 23:15-21 dan Ul.16:9-12). Namun, dalam perkembangan selanjutnya, dihitung mulai dari tanggal 14 Nisan, yaitu hari Paskah Yahudi. Sementara, di kalangan umat Kristen, dihitung 7 minggu setelah kebangkitan Kristus (Rm. A Gianto, 2006a).

Dalam Injil Kristus menurut Yohanes, Roh Kudus diterima para murid ketika mereka sedang berkumpul dan sedang gelisah. Masih ada perasaan takut kepada orang-orang Yahudi (yang dipimpin oleh Imam Kayafas). Peristiwanya diceritakan sederhana. Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.” Dan, salam itu diulangi lagi, setelah Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu ! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan: “Terimalah Roh Kudus” (ay. 19-22).

Apa-apa yang bisa kita ambil sebagai inspirasi bagi kehidupan kita kini? Roh Kudus memberanikan para murid untuk mewartakan Kabar Gembira. Kita, yang telah menerima Roh Kudus, dan dikuatkan saat menerima krisma, mempunyai tugas yang sama saat ini: ikut mewartakan Kabar Gembira, khususnya di masa pandemi virus corona. Jika kita ikut serta sesuai arahan Gereja dan Pemerintah,kita pun sudah mewartakannya, bukan? Jika kita ikut membantu, sesuai dengan kemampuan masing-masing, pun kita sudah terlibat dalam pewartaan Kabar Gembira. Jika bisa lebih dari itu, tentu akan sangat baik.

Bisakah kita melakukannya? tentu, kita bisa.

Bersediakah kita?, jawabannya terpulang kepada masing-masing umat. 

“Selamat berbuat baik di Hari Raya Pentakosta.
Dan, semoga, Kasih-Nya, menyertai kita semua.”