“Hanya Ada Satu TUHAN”

“Hanya Ada Satu TUHAN”

Hari Minggu Biasa XXIX (Hari Minggu Misi)

“Hanya Ada Satu Tuhan”

Yes. 45:1,4-6; 1 Tes.1:1-5b; Mat. 22:15-21

Apa yang tebersit di pikiran, ketika mendengar kata “Mesias”?, atau “Kristus”, atau yang “Diurapi”?, khususnya di masa kini? Tentulah, kebanyakan dari kita, membayangkan Tuhan Yesus, yang telah diurapi oleh Bapa. Peristiwa pengurapan ini dapat kita baca pada keempat Injil Kristus (Mat.3:17; Mrk.1:11; Luk. 3:22 dan Yoh.1:32). Dengan bayangan samar di pikiran itu, maka kita agak terbantu untuk memahami sikap umat Yehuda dalam pembuangan. Nabi Yesaya kedua, Deutero Yesaya, telah menyampaikan firman Allah bahwa Allah memilih Raja Koresh. Begitu dikisahkan dalam Bacaan pertama. Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:…”(Yes.45:1). Koresh yang tidak mengenal YHWH, orang kafir menurut kaum Yehuda, bagaimana mungkin menjadi Mesias bagi mereka? Namun, begitulah faktanya. Walaupun, Allah telah menyampaikan melalui juru bicara-Nya?, sang nabi Yesaya, agar umat Yehuda menyadari bahwa Allah Mahakuasa,”Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,”(ay.5). Dengan penunjukkan ini, Allah menyatakan bahwa di sepanjang masa, hanya ada TUHAN yang mahakuasa, seperti yang tertulis, “..supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,…”(ay.6).

+++++++

Dalam Injil Kristus menurut Matius untuk Minggu Misioner ini, dikisahkan bagaimana Yesus menjawab dan menanggapi jebakan yang diajukan lawan-lawan-Nya. Yaitu orang-orang yang disuruh oleh kaum Farisi dan orang-orang Herodes(Antipas). Jebakan itu berupa sebuah pertanyaan, yang tentu sudah dikenal dengan baik oleh umat. Disebut jebakan, karena apa pun yang akan menjadi jawaban Yesus, maka akan menimbulkan risiko. Jika “ya”, maka menyalahi rasa kebangsaan. Karena, bagi umat Israel, tanah mereka adalah tanah suci yang diberikan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, tidak layak dikenai pajak. Sedangkan jika “tidak”, maka penjebak akan bisa melaporkan Yesus kepada penguasa Roma, sebagai penolak kekuasaan Roma. Mungkin ada satu hal yang menjadi kemasygulan kita. Yaitu, mengapa mereka heran akan jawaban Yesus? (ay.21-22). Menurut seorang pakar KS, salah satunya karena: orang mesti membayar pajak kepada Kaisar, karena ia adalah wakil Allah(bdk. Rm.13:1-7; 1Ptr. 2;13-17). Untuk penjelasan lebih rinci, bisa dilihat pada Tafsir Perjanjian Baru(Daniel Durken, ed., Kanisius 2018).

+++++++

Apa yang selayaknya kita petik dari Bacaan-bacaan suci untuk Minggu ini, Minggu misioner? Khususnya di masa pandemi ini? Tawaran untuk kita: Allah, Tuhan, adalah satu-satunya Penguasa Alam Semesta. Dan, Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri. Masa pandemi virus corona ini semakin menguatkan iman kita, semoga, bahwa “Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain” menjadikan iman kita semakin teguh.

Seperti yang juga diajarkan Yesus melalui Rasulnya yang agung, Paulus, kepada jemaat di Korintus, “Sebab kami selau mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.” (1Tes. 1:3).

Shalom.