Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Roti Kehidupan yang Telah Turun dari Surga

Ul. 8 : 2-3.14b-16a; 1 Kor. 10 : 16-17; Yoh. 6: 51-58

Jika ada pertanyaan, berapa lama manusia dapat hidup tanpa makan dan minum; apa jawaban kita? Penulis tidak ingin Pembaca sibuk mencari jawabannya, apalagi berandai-andai. Dalam sebuah artikel di Kompas.com, 18 Oktober 2018, seorang ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Perdana Samekto, MSc RD menjelaskan bahwa manusia bisa bertahan tanpa makan hingga tiga minggu. Namun, tanpa minum hanya bisa bertahan 4-7 hari tergantung situasi, misalnya temperatur. Pesan apa yang bisa kita ambil dari realita ini? Bahwa sekuat dan sehebat apa pun manusia, dia at kan sangat tergantung kepada makanan dan minuman karena hanya dengan itu manusia dapat bertahan untuk hidup, secara fisik. Makanan dan munuman adalah bagian paling penting bagi manusia.

Pertanyaan kedua, apakah hanya makanan dan minuman bagi tubuh yang diperlukan manusia di dunia ini? Sebagai orang beriman tentu kita percaya akan adanya kehidupan kekal, apalagi bagi kita orang-orang Kristen. Lalu apa jaminanya kita akan sampai pada posisi itu? Umat Tuhan yang terkasih, Tuhan sangat mengenal kita manusia karena memang kita adalah ciptaan-Nya dan karena itu Tuhan tahu persis bahwa manusia tidak akan mampu keluar dari cengkeraman dosa dengan kekuatannya sendiri. Kita bayangkan apabila seekor domba tercebur ke dalam kubangan air. Bulunya yang lebat akan terisi air dan si domba akan sangat kesulitan untuk mengangkat tubuhnya keluar dari air karena bobotnya telah semakin berat karena air itu. Kalau dibiarkan, domba itu mungkin akan mati tenggelam. Itulah gambaran manusia yang berada di dalam lumpur dosa. Harus ada yang mengangkatnya keluar dan itulah yang Yesus Kristus lakukan bagi kita.

Itulah sebabnya mengapa kita bersyukur memiliki Allah yang Mahakasih. IA adalah Roti Kehidupan yang telah turun dari Surga. Roti adalah makanan dan makanan adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Maka, saat Tuhan Yesus memposisikan diri-NYA sebagai Roti, artinya DIA merupakan bagian terpenting bagi hidup kita manusia. Lalu, bagaimana kita dapat menjangkau Sang Roti Kehidupan itu? Iman kita mengatakan Yesus hadir secara nyata di dalam Ekaristi. Dalam perayaan Ekaristi terletak puncak Karya Allah menguduskan dunia, dan puncak karya manusia memuliakan Bapa lewat Kristus Putra Allah, dalam Roh Kudus. Ekaristi adalah sumber dan puncak Iman kita. Maka, jika hidup bersumber dari Sang Mahakasih dan berpuncak juga kepada Sang Mahakasih, maka hidup kita sepenuhnya telah berada di dalam hidup-Nya. Hidup kita telah berada di dalam persatuan dengan-Nya – itulah keselamatan.

Untuk menutup renungan ini, Penulis ingin menyampaikan sebuah quote yang indah yang di tulis oleh St. Yohanes Bosco, bunyinya “Anda menginginkan rahmat berlimpah? Pergi dan kunjungi Sakramen Mahakudus sesering mungkin. Anda ingin sedikit Rahmat? Kunjungilah Sakramen Mahakudus sesekali saja. Anda tidak menginginkan apa pun sama sekali? Maka, janganlah mengunjungi Sakramen Mahakudus”.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi.