HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

(Dan. 7:13-14; Why. 1:5-8; Yoh. 18:33-37) Mzm. 93:1ab.1c-2.5

Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam adalah penutup Tahun Liturgi B/II 2018, seperti juga tahun-tahun terdahulu, dan yang selanjutnya. Dan, sekaligus menandai permulaan tahun liturgi yang baru, Tahun C/I, yang dimulai Minggu depan: Adven pertama. Disebut C/I (C satu) karena 2019 adalah tahun ganjil dalam siklus tiga-tahun Tahun Kalender Liturgi Katolik: Tahun A(Matius), tahun B(Markus) dan tahun C (Lukas). Dalam Tahun C, Injil Kristus menurut Lukas akan menjadi bahan bacaan utama.

Dalam Injil Kristus menurut Yohanes, dikisahkan sebagian dari cerita pengadilan Yesus oleh Pontius Pilatus. Pengadilan yang sejatinya berlangsung aneh, atau bisa juga dikatakan lucu. Atau, jika ingin menggunakan kata santun: unik! Mengapa? Pilatus bertanya apakah Yesus raja orang Yahudi; malah Yesus bertanya apakah Pilatus menanyakan itu seturut sanubarinya? Atau, karena karena ada orang lain yang mengatakannya demikian? Bagaimana reaksi Pilatus? Malah Pengadil(Pilatus) yang merasa seperti diadili. Hal ini bisa kita simak dari jawabannya kepada Yesus(ay.35), yang sangat terkesan membela diri. Namun, Yesus memberikan jawaban formal(ay.36), setelah respons Pilatus itu. Dan hal ini membuat membuat Pilatus, sekali lagi, sungguh berada di pihak yang diadili: bisa kita lihat dari jawabannya, yang meminta penegasan(ay.37), di mana juga tertulis jawaban tegas Yesus selaku Mesias, Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Dan, Pilatus mengatakan bahwa dia tidak mendapati kesalahan apapun padaNya. Namun, tetap juga memutuskan hukuman dengan disalib.

Dalam Bacaan pertama dan kedua, kepada kita juga dikisahkan tentang penglihatan oleh Nabi Daniel, “...tampak datang dengan awan-awan dari langit seperti anak manusia sebagai...lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja....”(ay.13-14). Begitu juga ditulis oleh Yohanes, “dan yang membuat kita menjadi satu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya...”(bdk. Why 1:6).  Kedua kutipan ayat tersebut dan ditambah lagi pernyataan Yesus sendiri kepada Pilatus, selayaknya dan sepantasnya meneguhkan kita bahwa Yesus sungguh seorang Raja. Dan kerajaannya seluas alam semesta.

*******

Bagaimana kita mengambil inspirasi dari kisah yang unik ini?

Selayaknya, jawaban tegas Yesus, memperkuat iman kita. Kita diteguhkan bahwa Allah, dalam kisah ini “Sabda yang menjadi manusia” adalah Sang Raja sesungguhnya. Raja yang mengatasi seluruh alam semesta.

Bagaimana kita bisa menghayatinya?  Bisa dengan menyerahkan seluruh hidup kita, kehidupan sehari-hari kita, karya pelayanan kita, dalam Kasih Karunia-Nya. Seturut rencana-Nya, seperti yang kita daraskan, “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.” Cukupkan begitu saja? Tentu belum! Namun, jika itu kita lakukan secara sungguh-sungguh, itu telah menjadi bukti kekuatan iman kita.

Dan kita pun dapat menembangkan, “Tuhan Rajaku, agunglah nama-Mu. Alam raya dan makhluk-Mu kagum memandang-Mu.” (ulangan Mzm. 93).

Dan semoga, Tuhan Yesus memberkati.

Shalom.