Hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus

Hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus

HARI MINGGU BIASA XIII

"Hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus"

(2 Raj. 4:8-11.14-16a; Rm. 6 : 3-4.8-11; Mat. 10 : 37-42)

Sabda Tuhan kali ini begitu keras dan tegas,“Siapa saja yang mengasihi Bapak dan Ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku ...”. Kalau kita membacanya lepas dari konteksnya,tentu akan membingungkan. Bagaimana tidak, jelas-jelas di Sepuluh Perintah Allah kita diminta untuk menghormati Ayah dan Ibu. Koq bertolak belakang ya? Tentu tidak jika kita melihat konteksnya secara lengkap.

Perikop bacaan Injil di atas tidak terlepas dari keseluruhan Bab 10 pada Injil Matius. Di awal, Mat. 10:1-4 diuraikan Yesus yang memanggil 12 Rasul untuk melaksanakan tugas pewartaan Kabar Gembira. Apa yang dilakukan setelah dipilih, tentunya mereka diutus dan ini diuraikan pada Bab 10:5-15. Nah, setelah ini ketegangan mulai muncul. Yesus menjelaskan bahwa penolakan, kebencian bahkan mungkin penganiayaan akan muncul dan dialami oleh mereka-mereka yang tidak saja sedang melaksanakan pewartaan kabar gembira, tetapi juga sangat mungkin menimpa mereka yang dengan pilihan bebasnya menyatakan beriman kepada Yesus. Penolakan, kebencian dan mungkin penganiayaan sangat mungkin terjadi juga di dalam sebuah keluarga. Dalam konteks inilah perikop di atas harus dibaca dan dimengerti.

Umat Tuhan yang terkasih, mungkin masih segar dalam ingatan kita beberapa waktu yang lalu ada seorang Kepala Daerah yang secara gamblang menentang keberadaan Alkitab berbahasa daerahnya di PlayStore. Alasannya adalah bahwa sejak lama adat dan budaya di daerah itu sudah sangat kental dipengaruhi oleh agama tertentu. Militansi seperti ini juga yang terjadi pada masyarakat Yahudi, bahkan sampai sekarang. Seseorang yang berdarah Yahudi, ya harus mengikuti adat istiadat Yahudi dan beragama Yahudi. Silakan dibayangkan jika Anda berdarah Yahudi dan memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus Kristus, seseorang yang oleh Bangsa Yahudi dianggap telah menghujat Allah ...

Lalu apa pesannya bagi kita saat ini? Pertama, Sabda Yesus di atas adalah satu hal yang secara harafiah sudah sangat jelas bahwa mengasihi DIA harus berada di atas segalanya, bahkan jika keluarga menentang sekali pun, Iman kita harus tetap teguh. Kedua, mencermati pesan St.Paulus pada bacaan kedua, bahwa kita yang telah dibaptis, telah mati sebagai manusia lama dan hidup baru bagi Allah dalam Yesus Kristus. Bagaimana konkritnya, memandang segala sesuatu sebagaimana Yesus memandang segala susuatu yaitu dengan kacamata KASIH. Susah donk !!!. Nanti dulu, jangan khawatir, karena Roh Kudus akan mengkaruniakan semuanya kepadamu (bdk Mat. 10:19).

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi.