Hidup Kita Adalah Cerita Tentang Yesus

Hidup Kita Adalah Cerita Tentang Yesus

PEKAN VII PASKAH, 23-24 Mei 2020

"Hari Minggu Komunikasi Sedunia"

(Kis. 1 : 12-14 ; 1 Ptr. 4 : 13-16 ; Yoh. 17 : 1-11a)

Jika kita membaca bacaan Injil Minggu ini, ada kabar gembira yang bisa kita dapatkan. Saat Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya, terucap oleh Yesus bahwa Ia akan memberikan hidup kekal bagi semua orang yang diberikan Bapa kepada-Nya (bdk ayat Yoh. 17 : 2), itu artinya kita semua. Tapi kalimat itu belum berhenti di ayat 2 karena di ayat 3 ada syarat yang harus terpenuhi oleh kita yaitu bahwa kita harus mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa bagi kita (bdk ayat 3). Apakah kita tahu siapa itu Jokowi ? Apakah kita mengenal Jokowi ? Kalau pertanyaannya kita ubah menjadi “Apakah kita tahu siapa Yesus ? Apakah kita mengenal Yesus ?” Mari kita renungkan sekali lagi pertanyan-pertanyaan itu ...

Umat Tuhan yang terkasih, Yesus ditengah kesibukannya berkeliling untuk mengajar dan melakukan banyak mukjizat tidak pernah lupa untuk berkomunikasi dengan Bapa-Nya. Dia selalu menyempatkan diri untuk mengambil waktu berdua kepada BapaNya dalam doa dan keheningan (bdk. Mrk.1:35, Luk.9:18, Yoh.14:23). Dia terus menjalin relasi yang erat dengan BapaNya dan kita melihat Yesus begitu fasih menyampaikan apa yang di terima dari BapaNya ... “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimannya .... “ (ayat 8).

Hari Minggu ini Gereja menetapkan sebagai Hari Komunikasi Sosial Sedunia. Terkait dengan itu, Bapa Suci Paus Fransiskus menetapkan tema Hidup Menjadi Cerita. “Saya ingin mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”. Karena saya yakin, kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik supaya tidak tersesat. Itulah cerita yang membangun, bukan menghancurkan; cerita yang membantu menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama”, demikian alinea pertama dari sambutan Bapa Suci terkait Hari Komunikasi Sosal Sedunia ke 54 tahun 2020 ini.

Pertanyaannya adalah, apa relevansinya bagi kita ? Allah yang tidak dapat kita lihat, akhirnya terlihat jelas pada diri Yesus. Tidak hanya terlihat, tetapi juga sifat-Nya yang penuh Kasih dapat dirasakan dan dialami oleh manusia. Keseluruhan diri Yesus adalah cerita tentang Allah Bapa. Nah .. tugas kita selanjutnya adalah bagaimana menjadikan diri kita sepenuhnya menjadi cerita tentang Yesus, bagaimana sikap, kata dan laku kita bercerita tentang ajaran dan tindakan Kasih serta kabar keselamatan yang di wartakan dan di tawarkan Yesus kepada semua manusia. Dan itu hanya mungkin jika kita memiliki relasi yang akrab dengan Dia yang akan kita wartakan. Kita tidak cukup hanya tahu tentang siapa Yesus, tetapi terlebih kita harus mengenal-Nya agar kita dapat menyampaikan kepada dunia apa yang telah Dia sampaikan kepada kita agar dunia dapat menerima-Nya (bdk. Yoh. 17:8).

Selamat hari minggu, selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.