HR. SP Maria Diangkat Ke Surga

HR. SP Maria Diangkat Ke Surga

“…. dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang Terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.”. Bunda Maria Diangkat Ke Surga ditetapkan menjadi Dogma melalui pengajaran Bapa Paus Pius XII tanggal 01 November 1950 yang berjudul Munificentimtissimus Deus.

Gereja Katolik  mengajarkan bahwa Bunda Maria diangkat ke Surga berdasarkan Tradisi Suci yang sudah diimani oleh Gereja sejak lama dan yang nyata ada dalam tulisan para Bapa Gereja. Jadi saat Gereja mengumumkan suatu doktrin sebenarnya hanya mengumumkan apa yang sudah lama diimani Gereja dan bukan sesuatu yang ujug-ujug ada. Karena Tradisi Suci tidak bisa dipisahkan dari Kitab Suci, maka terkait Dogma Maria Diangkat Ke Surga juga memiliki dasar Kitab Suci, walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit.

Pertanyaan besarnya adalah ... pesan apa yang relevan untuk kita saat ini terkait Dogma tersebut ? Siapa yang tidak mengenal Bunda Maria. Semua orang Katolik pasti mengenalnya sebagai Bunda Sang Juruselamat. Tetapi justru disayangkan kalau kita hanya mengenalnya hanya sebatas itu. Jauh lebih penting bagi kita kalau kita dapat mengetahui mengapa justru sosok Maria-lah yang dipilih Allah sebagai Bunda bagi PutraNYA. Saya mencoba berangkat dari bacaan Kitab Suci. Saya kutip Lukas 1 : 38. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Jawaban Maria sungguh berani, mengapa ? Maria tidak takut dengan segala risiko yang mungkin terjadi atas kehamilan yang belum waktunya tersebut dan dia tetap setia menjalankan rencana Tuhan tersebut karena dia percaya bahwa ketika Tuhan memilihnya, maka Tuhan juga yang akan selalu menyertai dan melindunginya. Maria memposisikan dirinya hanya hamba Tuhan. Karena kerendahan hati dan kesetiaan pada panggilan hidupnya inilah, maka segala keturunan akan menyebutnya berbahagia karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadanya (bdk Luk 1 : 49 – 49). Kita dapat melihat bahwa rencana Tuhan dapat terjadi melalui orang yang rendah hati dan tetap setia pada rencana Allah. Inilah keutamaan Bunda Maria yaitu RENDAH HATI dan SETIA.

Umat Tuhan yang terkasih – bagi kita orang Katolik, peristiwa Bunda Maria diangkat ke Surga adalah sebuah pengharapan bahwa kita orang-orang beriman-pun akan mengalami diangkat ke Surga jika hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Allah sampai akhir.

Selamat hari Minggu – Tuhan memberkati. Amin