"Hukum Emas"

"Hukum Emas"

Renungan Harian, 10 September 2020

“Hukum Emas”

1Kor. 8:1b-7,11-13; Mzm.139:1-3,13-14ab,23-24; Luk. 6:27-38

      Perikop Injil untuk untuk hari ini, Kamis, 10 September 2020, menurut St. Lukas, merupakan kelanjutan dari hari kemarin. Kali ini, Yesus mengajarkan tentang Kasih, setelah sebelumnya mengajarkan tentang ‘bahagia dan celaka”.

Tentang kasih, kepada semua yang menjadi murid-Nya, yang dalam Injil ditulis “…yang mau mendengarkan…”, Yesus mengajarkan: “Tetapi kepada kamu, yang mau mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu”(ay.27-28). Bahkan kepada seorang yang menampar kita, mengambil jubah kita, harus diberikan lebih daripada yang dilakukan/diambil. Setiap permintaan orang lain, selayaknya diberikan, tanpa ada niat untuk meminta kembali. Sungguh!, pengajaran yang sangat sulit untuk dijalankan, bukan? Yesus juga mengajarkan agar para murid, dan tentunya termasuk kita umat paroki Jatiwaringin, untuk tidak menghakimi atau menghukum, agar kita pun tidak dihakimi dan dihukum; mengampuni agar kita pun diampuni (ingat Doa Bapa Kami, yang diajarkan oleh Yesus sendiri, kan?)

      Dan, inti dari pengajaran tentang kasih ini, bermuara ajaran: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (ay.31). Inilah yang dikenal sebagai ‘ayat emas’. Jika renungkan secara lebih mendalam, ajaran ini sangat berbasis keadilan, bukan?

Apa yang dapat kita ambil dari pengajaran Yesus, Sang Juruselamat kita, untuk situasi saat ini? atau, kita juga bisa bertanya, bisakah kita, umat paroki Jatiwaringin, gereja St. Leo Agung, melaksanakan pengajaran kasih di masa pandemi virus corona-19 ini? Secara manusiawi, dapatlah dikatakan bahwa penerapannya akan sangat sulit. Langka akan terjadi! Namun, dengan iman katolik, kita disadarkan bahwa cinta Ilahi mengatasi semua penghalang di dunia ini. Mungkinkah? Yesus telah mengajarkan dengan mempraktekkannya!

       Kemudian, pertanyaannya: apa yang dapat kita lakukan agar “Menjadi Saudara Yang Adil Di Masa Pandemi?”: senantiasa berdoa, Doa Bapa Kami. Kita doakan sesama saudara yang belum taat dengan protokol kesehatan, siapa saja yang sedang dalam penyembuhan, dan dalam situasi lainnya, yang membutuhkan dukungan. Tentu dilandasi kasih, jauh dari untuk dipuji. Mengucapkan ”terima kasih” kepada pengojek yang mengantarkan belanjaan, sambil memberikan ‘uang tambahan’ semampu kita. Dan, masih banyak hal lainya, yang sederhana, tetapi bermakna.

Dengan demikian, kita selalu berusaha untuk ‘murah hati’, seperti yang disabdakan Tuhan Yesus:

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”(ay.36).

 

Shalom.

Sumber dari :

Alfons M. Sahat M. Marpaung

Lingkungan St. Angela Merici