Kaki di Bumi - Hati di Surga

Kaki di Bumi - Hati di Surga

Kaki di Bumi - Hati di Surga

Im. 19 : 1-2.17-18; 1 Kor. 3 : 16-23; Mat 5 : 38-48

“Berjalanlah dengan kakimu di atas bumi, tetapi hatimu di dalam Surga”,inilah salah satu quote terkenal dari St. Yohanes Bosco. Saat membaca bacaan Injil Minggu ini yang langsung terbersit di benak saya adalah kata-kata dari Santo pendiri Ordo Selesian atau SDB ini. Sejajar atau tidak dengan bacaan-bacaan Minggu ini, mari kita coba lihat.

Bacaan Pertama memberi pesan kepada kita agar tidak membenci sesama di dalam hati kita bahkan inilah salah satu hukum utama yang dikutip Yesus yang kemudian kita kenal sebagai hukum Kasih yang Kedua; Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Bacaan Kedua berbicara tentang diri kita yang adalah bait Allah. Pesan penting juga disampaikan oleh bacaan Injil di mana kita sebagai pengikut Kristus harus memiliki sikap yang berbeda dengan kebanyakan sikap manusia duniawi, terutama yang terkait dengan mereka yang kita sebut musuh atau pun orang-orang yang telah merugikan kita. Kita harus sempurna sama seperti Bapa yang Surga adalah sempurna. Menurut hemat Penulis, semua berbicara agar manusia menyadari kekudusan dirinya untuk kemudian semua kata dan lakunya diharapkan mencerminkan kekudusan itu.  
 
Kongkritnya seperti apa donk? Nah ini yang tidak mudah. Untuk konteks sekarang dan saat ini di mana dunia dengan segala tawarannya yang begitu memikat telah membuat manusia tanpa sadar telah membangun jarak, bukan saja dengan sesama manusia, bahkan dengan Penciptanya sendiri sehingga pesan-pesan yang disampaikan oleh-NYA menjadi sulit terdengar bahkan dianggap usang untuk ditaati. Pesimis donk.... !!! Tunggu dulu!!! Apakah kita masih ingat sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 Mei 1981? Betul sekali yaitu percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Mehmet Ali Agca terhadap Paus Johanes Paulus 2. Apakah kita masih ingat apa yang dilakukan Paus Johanes Paulus 2 saat beliau telah sembuh? Paus mengunjungi Mehmet Ali Agca dan memaafkannya bahkan atas permintaan Bapak Paus, Mehmet yang seharusnya dihukum penjara seumur hidup akhirnya dibebaskan pada tahun 2000. Tidak ada kemarahan, kebencian apalagi dendam di hati Bapak Paus. Kaki Paus Johanes Paulus 2 saat itu masih berpijak di bumi tetapi hatinya telah menetap di Surga.

Umat Tuhan yang terkasih, peristiwa Paus Johanes Paulus 2 adalah peristiwa yang terjadi di jaman modern dan beliau tetap mampu berperan sebagai pembawa pesan Kasih bagi dunia – melalui sikapnya, wajah Tuhan yang penuh Kasih diperlihatkan kepada dunia. Kita bukannya tidak bisa – kita hanya perlu kehendak yang kuat untuk memulainya.

Selamat hari Minggu, selamat bertemu Tuhan dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.