"Kecil Membuat Besar"

"Kecil Membuat Besar"

Bapak dan Ibu / Saudara dan Saudari / Adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus.
Perikop Injil hari ini menceritakan tentang 2 hal unik dan berbeda.
Cerita pertama adalah Yesus menempatkan seoarang anak kecil ke tengah tengah murid muridNya yang sedang bertengkar tentang siapakah diantara mereka yang menjadi murid terbesar. Mengetahui hal itu Yesus menjelaskan “ Barang siapa menerima anak ini demi namaKu ”. dst …

Anak Kecil memliliki sifat sifat yang dibutuhkan untuk menjadi pengikut Yesus. Anak kecil memiliki sifat yang tulus dan apa adanya. Anak kecil tidak pernah pusing dan bingung akan apa yang akan mereka makan esok hari. Anak kecil tidak pernah memiliki ambisi berlebih yang kemudian menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi tersebut. Anak kecil tidak memiliki sifat kecurangan.

Disisi yang lain, anak kecil juga memiliki kondisi kelemahan yang sangat memerlukan bantuan dan dukungan dari manusia lainnya. Tidak ada seoarang anak kecil manapun yang sejak lahir sudah dapat mempersiapkan masakannya sendiri atau mencuci pakaiannya sendiri. Seorang anak kecil pasti sangat membutuhkan peran orang lain dalam hidupnya. Biasanya itu datang dari Ibu atau Ayah kandungnya atau saudara sedarah, namun pada keadaan yang lain dukungan didapatkan dari orang lain yang tidak sedarah. Mengingat lemahnya anak kecil bahkan sering menjadi korban ambisi dan keganasan orang dewasa, maka negara kita memiliki satu undang undang yaitu UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Menerima anak kecil dalam nama Yesus adalah menjadi pelindung dan siap memberi bantuan bagi setiap manusia yang lebih lemah dari kita. Membantu dan memberi perlindungan bagi yang lemah dengan semangat pelayanan yang tulus ikhlas, tanpa ambisi yang lain lain terkecuali Demi Nama Yesus.

Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar haruslah memiliki keadaan seperti seoarang anak kecil yang telah diceritakan diatas, sekaligus menjadi pelindung dan penolong yang kecil dan lemah.

Cerita Kedua adalah tentang Yesus yang melarang Yohanes untuk mencegah seseorang seorang mengusir Setan demi nama Yesus.

Yohanes merasa bahwa kekuasaan yang dari Yesus akan datang dan hanya bagi Murid Yesus yang hadir dan makan, minum bersama Yesus. Cerita ini menjelaskan kepada kita semua bahwa menjadi pengikut Yesus bukan sekedar makan, minum dan tidur bersama Yesus, Tapi bagaimana iman dan keyakinan akan kuasa nama Yesus itu dirasakan oleh orang lain. Seseorang mengusir setan dalam nama Yesus. Meski Yesus tidak makan, minum dan berjalan bersama orang itu, namun imannya membuatnya mendapat kuasa.
Dua cerita diatas memang berbeda latar, tempat dan alur ceritanya. Namun sama sama memiliki penekanan yaitu : DEMI NAMA YESUS.

Bapak dan Ibu / Saudara dan Saudari / Adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus.

Kita tidak dapat mengkerdilkan Karya Allah.
Kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah hanya berkarya dan mencurahkan berkat hanya kepada kita saja. Lebih jauh dari itu, kita diajak untuk dapat mengakui bahwa diluar kita pun Allah tetap berkarya. Hal yang pasti adalah bahwa perbuatan perbuatan yang dilakukan itu mengarah kepada hal kebaikan dan kehidupan.
Mengusir setan tidak hanya mengusir sesuatu yang magic tapi juga menjauhkan sesuatu yang tidak baik dengan menghadirkan Nama Yesus disitu.

Terutama dimasa masa keadaan krisis seperti sekarang ini.
Kita diajak untuk lebih banyak membantu dan melindungi yang kecil dengan sikap hati yang polos, iklhas, tulus seperti anak kecil untuk satu motivasi yaitu demi nama Yesus. Dengan demikian kita akan menjadi yang terbesar. Dalam penerapannya kita diajak untuk terbuka juga bekerjasama bahu membahu bersama orang lain siapa saja dan dari agama atau keyakinan apa saja. Selama keadaan tersebut menghadirkan yang baik dan menuju pada kehidupan yang baik, maka kita yakin Demi Nama Yesus telah hadir disitu.

Tuhan memberkati

Agustinus Thomas Saragih