“Malaikat Agung, Malaikat Pelindung dan Kita”

“Malaikat Agung, Malaikat Pelindung dan Kita”

Renungan Harian, 29 September 2020

Pesta Malaikat Agung: St. Mikael, St. Gabriel, St. Rafael

“Malaikat Agung, Malaikat Pelindung dan Kita”

Why. 12:7-12a; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5; Yoh. 1:47-51

            Perikop Injil untuk hari ini diambil dari Injil Kristus menurut St. Yohanes. Isinya, berkisah tentang murid-murid pertama Yesus. Tentunya, versi Injil Yohanes. Dimulai ketika Filipus, yang telah mengikuti Yesus sebelumnya, menanggapi Natanael, “Mari dan lihatlah.” Itu diucapkan Filipus karena Natanael meragukan bahwa ada yang baik dari Nazaret(bdk. ay.36). Keraguan Natanael ini dijawab oleh Yesus dengan suatu pujian, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tiada kepalsuan didalamnya!” Dan Natanel heran bagaimana Yesus bisa ‘mengenal’ nya dan mengetahui siapa dia, yang dilihat di bawah pohon ara, yang memicu Natanael berkata, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang israel!” Dan, Natanael menerima pelajaran dari Yesus, ketika berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Hal ini seperti yang dialami oleh Yakub dalam sebuah mimpi di Betel(bdk. Kej. 28:12).

Hari ini, kita umat katolik, merayakan Pesta Malaikat Agung: St. Mikael, St. Gabriel dan St. Rafael. Dari nama para malaikat agung yang diahkiri dengan “-El(Allah)”, maka tahulah kita bahwa Mikael artinya “Siapakah seperti Allah”, Gabriel, yang membawa ‘kabar gembira’ artinya “Kekuatan Allah” dan, Rafael artinya, “Tuhan yang menyembuhkan”. Sejatinya, ada tujuh malaikat agung, namun ketiga Santo di atas lah yang paling sering disebut. Dan, Gereja telah menetapkan bahwa perayaan untuk malaikat agung dimasukkan kategori “Pesta”, yang artinya tingkatan kedua dalam tata-perayaan seturut Gereja katolik, yaitu: Hari Raya atau Sollemnitas, Pesta atau Festum, Perayaan wajib atau Memoria obligatoria, Perayaan fakultatif atau Memoria adlibitum. Dalam Kalender Liturgi Gereja, Perayaan fakultatif ditempatkan sesudah Hari Biasa.

Bagaimana agar kita mengenal para malaikat secara lebih sedikit mendalam?, yang sesuai dengan ajaran Gereja? Bisa kita temukan dalam Katekismus Gereja Katolik(KGK), no. 328, tertulis, ‘Adanya Malaikat – Satu Kebenaran Iman’, “Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan “malaikat”, adalah suatu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.” Dan, kita pun, selaku umat, tentulah sangat kenal atau familiar dengan malaikat, yang bisa jadi menjadi bagian doa harian kita, yaitu ketika kita mendaraskan “Doa Malaikat Tuhan”. Doa yang dianjurkan didaraskan pada setiap pukul enam pagi, pukul dua belas siang dan jam enam petang hari. Dan, kita mendaraskan bahwa karena kabar malaikatlah kita mengetahui Yesus Kristus menjadi manusia. Sebagai penutup perkenalan singkat ini, baiklah kita kutip bagian dari KGK no. 336: “….Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan.”

Apa yang dapat kita ambil dari pengajaran Yesus, Sang Juruselamat kita, melalui para murid? Bisa jadi, yang utama dan pertama adalah:  mengikuti Yesus atau menjadi Kristen adalah sebuah proses yang panjang. Bisa dikatakan, sepanjang kehidupan setiap orang. Dalam proses itu, jika suatu saat kita ragu, seperti Natanael, kita bisa menyatakan keraguan itu. Namun, tetap mencari. Salah satunya, bertanya kepada Romo, saudara seiman dan membaca Kitab Suci Alkitab, Alkitab sebagai salah satu sumber iman kita. Dan, tetap mendoakan sesama kepada Yesus Yang Maha-kuasa, khususnya di masa pandemi ini.  

Shalom!

 

Penulis:

Alfons M. Sahat M. Marpaung

Lingkungan St. Angela Merici