Melepaskan Diri Dari Kelekatan Dunia

Melepaskan Diri Dari Kelekatan Dunia

Ucapan-ucapan Yesus dalam Injil Lukas sedikit membuat kita berfikir. Mengapa Yesus tidak mengijinkan orang untuk pamit kepada keluarganya jika ingin mengikuti Dia. Atau tidak boleh pergi dahulu menguburkan ayahnya yang meninggal sebelum mengikuti-Nya. Jika membacanya lepas dari konteks atau tidak lengkap membaca sampai akhir mungkin akan membuat kita sedikit bingung. Seperti sering kita membaca atau mendengar dalam Kitab Suci bahwa Yesus seringkali berdebat dengan orang-orang Yahudi karena Yesus terkesan sering melanggar Hukum Taurat. Argumen Yesus adalah “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu ?” (bdk. Mrk. 15 : 3).

Umat Tuhan yang terkasih, saat merasakan sulitnya menjalani kehidupan di dunia ini, selalu saja ada tawaran-tawaran jalan pintas yang seolah akan cepat membuat kita segera keluar dari masalah hidup. Tawaran-tawaran tersebut biasanya selalu disertai dengan alasan-alasan yang terkesan sangat masuk akal. Saat di lingkungan kerja sudah terbiasa denga perilaku korup, maka seseorang bisa saja ikut-ikutan dengan alasan ... semua juga begitu koq, sudah biasa .... !!!. Itu baru satu hal, belum lagi hal-hal lain yang menyangkut perilaku manusia seperti ego pribadi atau kelompok, harga diri yang terlalu tinggi, mau menang sendiri yang kesemuanya ini sangat mungkin mengganggu relasi kita dengan Tuhan dan sesama.

Pesan Tuhan untuk kita pada Minggu adalah bahwa saat kita memutuskan untuk mengikuti-Nya, maka kita jangan lagi membuka ruang untuk berkompromi dengan hal-hal yang justru akan menjauhkan kita dari keselamatan. Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia dengan tegas mengatakan bahwa “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging .... “ (bdk. Gal. 5 : 16-18). Mulailah belajar untuk peka kepada hal-hal baik yang tiba-tiba terlintas di benak kita, mungkin itulah cara Tuhan agar kita menjadi terbiasa mendengar suara-Nya.

Kita harus waspada, saat kita mau berubah, si Iblis pasti tidak senang dan dia akan selalu menyiapkan-alasan-alasan logis sebanyak yang dibutuhkan agar kita tetap jauh dari Tuhan. Rahasia untuk melawannya adalah terbiasalah dengan hidup doa dan jangan membuka ruang untuk berkompromi dengan hal-hal yang justru akan menjauhkan kita dari keselamatan.

Selamat hari Minggu – Tuhan memberkati