“Meminta, Mencari, dan Mengetuk”

“Meminta, Mencari, dan Mengetuk”

“Oleh karena itu AKu berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kapadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu,” Itulah pengajaran-Nya kepada para murid, setelah memenuhi permintaan mereka untuk diajarkan cara berdoa (ay. 09). Yang kemudian dilanjutkan dengan, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setipa orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”(ay. 10).

Doa yang diajarkan oleh Sang Mahaguru untuk Injil Kristus mnurut Lukas untuk Minggu biasa ini, adalah versi sang Penginjil, yang rumusannya berbeda dengan Injil menurut Matius, walaupun, sumbernya, menurut, para ahli, adalah sama, yaitu sumber “Q”, Quelle yang artinya “Sumber”. Kita, umat katolik, sesuai ajaran Gereja, menggunakan versi Matius, untuk doa “Bapa Kami”.

Jika kita mencoba untuk menemukan makna ketiga kata di atas, dengan mengandakalkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka akan terbaca di sana; berusaha mendapatkan (menemukan, memperolah); atau berusaha mendapat nafkah (rezeki) untuk mencari. Dan, kata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon, untuk meminta. Serta, mengetuk (pintu dan sebagainya), untuk mengetok. Jika kita cari kesamaan ketiganya, maka dapatlah dikatakan bahwa ketiganya adalah kata kerja aktif. Dengan demikian, sesuatu yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil. Bukankah dengan demikian kita jadi teringat ‘ora et labora’?, berdoa dan bekerja?

Sementara, dalam Bacaan pertama, dikisahkan bagaiman Abraham, Bapa orang beriman, meminta, dan juga bisa dikatakan mengetuk hati Allah: apakah Sodom masih akan dihancurkan, jika terdapat lima puluh hingga sepuluh orang benar di kota itu. Enam kali Abraham meminta, menawar serta mengetuk hati Allah. Namum , apa daya, hanya keluarga Lot lah yang pantas diselamatkan. Itu pun minus isterinya.

Inspirasi apa yang bisa dipetik dari semua Bacaan suci untuk minggu biasa ke XVII ini? Bahwa Allah begitu mengasihi manusia, sehingga tetap memberikan kesempatan kepada Abraham untuk menawar. Begitu juga, di Injil untuk Minggu Biasa ini, Yesus memberikan pembelajaran bagaimana selayaknya kita, sebagai umat-Nya, selayaknya memperlihatkan kasih kepada sesama manusia. Bahkan jika sesama meminta sesuatu dalam situasi yang kurang pas untuk kita?                                                                                             Terpulang kepada kita: maukah kita meminta kepada-Nya seperti yang diajarkan melalui doa? Atau, tekunkah kita mencari, apalagi mengetuk hati Sang Juru Selamat?

Semoga, Tuhan Yesus memberkati kita semua…