"Mengajar, Menyembuhkan, Membebaskan dan Mengampuni (4M)"

"Mengajar, Menyembuhkan, Membebaskan dan Mengampuni (4M)"

Hari Minggu Biasa VI

Mengajar, Menyembuhkan, Membebaskan dan Mengampuni (4M)

Im. 13 : 1-2.44-46; 1Kor. 10 : 31 - 11:1; Mrk 1 : 40-45
 

Jika kita perhatikan dengan seksama rangkaian bacaan-bacaan minggu ini, bacaan Injil khususnya, kita telah melihat beragam karya Yesus yang luar biasa. Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita sakit maupun mereka yang di rasuki atau dikuasai oleh roh jahat. Tidak hanya penyembuhkan fisik, Yesus-pun mengritik cara beriman orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang lebih taat kepada hukum-hukum nenek moyang dan cenderung mengabaikan hukum-hukum Allah di dalam tindakannya. Yesus juga menunjukkan kepeduliannya kepada orang banyak yang sudah tiga hari mengikuti-Nya yang ternyata tidak mempunyai makanan untuk dimakan. Yesus-pun seketika memberi makan 4000 orang.

Bacaan minggu ini kembali Yesus melakukan mukjizat. Kali ini yang datang ingin disembuhkan bukan sembarang orang. Dia adalah penderita kusta. Bagi masyarakat Yahudi penderita kusta sudah dianggap seperti mayat hidup. Hidupnya diasingkan karena dianggap najis. Bahkan siapapun yang menyentuhnya akan dianggap najis juga. Karena mereka dianggap najis dan tidak boleh bergaul dengan siapapun, maka mereka juga dilarang untuk beribadah. Mari kita bayangkan situasi batin para penderita kusta ini. Tidak hanya secara fisik mereka menderita, secara mental-pun mereka mengalami tekanan yang luar biasa.

Maka, ketika ada seorang penderita kusta yang datang kepada Yesus, berlutut dihadapan-Nya sambil berkata “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”, maka Yesus segera berkata “Aku mau, jadilah engkau tahir”. Yesus melihat iman yang luar biasa dari penderita kusta ini. Perjuangannya untuk bertemu Yesus pasti tidak mudah. Dia harus keluar dari tempat pengasingannya untuk muncul ditengah orang banyak yang mengikuti Yesus yang tentunya akan menghadapi banyak risiko; di usir, dicaci atau mungkin dilempari batu karena pasti banyak orang takut kalau-kalau tersentuh olehnya dan menjadi najis.

Umat Tuhan yang terkasih, apa yang dilakukan Yesus di sepanjang kehadiran-Nya didunia adalah untuk mengajar, menyembuhkan, membebaskan dan mengampuni. Inilah jatidiri kekristenan. Sebagai pengikut Yesus kitapun diajak untuk ambil bagian di dalam mengajar, menyembuhkan, membebaskan dan mengampuni melalui cara hidup dan peran kita masing-masing. Kita mungkin saat ini tidak pernah bertemu dengan orang yang memiliki penyakit kusta, tetapi saat kita membangun jarak dengan mereka yang tidak sepaham, yang tidak sependapat atau mungkin yang kita anggap martabatnya tidak selevel dengan kita, kita sebenarnya sama dengan orang-orang Yahudi yang menyingkirkan orang-orang kusta. Saat Yesus menyentuh orang kusta itu, Yesus juga sedang mengajar kita para pengikut-Nya untuk lebih terbuka kepada semua orang agar semua orang dapat mengalami cinta Allah melalui kehadiran dan kepedulian kita.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.