“Mengasihi: mengikuti perintah”

“Mengasihi: mengikuti perintah”

Minggu Paskah VI, 16-17 Mei 2020.

“Mengasihi: mengikuti perintah”

(Kis.8:5-8,14-17;1Ptr.3:15-18;Yoh.14:15-21)

Dengan memasuki Minggu Paskah keenam, maka dua minggu lagi akan kita lalui, sebelum memasuki Hari Raya Pentakosta; memperingati saat Roh Kudus, Roh Kebenaran, Parakletos, turun kepada para Rasul. Dan, di Minggu Paskah keenam ini, kita pun merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga, dirayakan pada Kamis, 21 Mei 2020.

                                                                +++++++

Injil Kristus menurut Yohanes untuk minggu ini merupakan kelanjutan dari minggu lalu, Minggu Paskah kelima. Dan, keseluruhan bab 14, dikenal sebagai ”wejangan-wejangan” terakhir, sebelum saatnya naik ke surga, ke Kerajaan-Nya yang mulia, Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.”(ay.19). Jika pada minggu lalu Yesus membesarkan hati para murid-Nya, dengan menasehati untuk tidak gelisah, dan Yesus menjanjikan mempersiapkan tempat di rumah Bapa-Nya; untuk minggu ini, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (ay.15). Dan, para murid, termasuk kita, kan?, dijanjikan Roh Penolong, Roh Kebenaran, yang akan menemani para murid-Nya.

Apa yang dimaksud dengan perintah itu? Apakah ini bermakna seolah-olah kecintaan kepada Guru perlu dibuktikan dengan melakukan hal-hal yang diperintahkan?

Menurut Rm. A. Gianto SJ, seorang ekseget, seorang pengajar di Roma, pengertian dari ay.15 tersebut justru menggarisbawahi sebaliknya. Maksudnya, dengan mengasihi Yesus, akan membuat orang dapat mengenal perintah-perintah dan menurutinya. Jadi, mengasihi Sang Guru menjadi jaminan agar dapat memperhatikan perintah-perintah Sang Guru. Karena mengasihi, maka dengan sukacita memperhatikan dan menuruti segala perintah-Nya.Menurut Rm. A. Gianto SJ, seorang ekseget, seorang pengajar di Roma, pengertian dari ay.15 tersebut justru menggarisbawahi sebaliknya. Maksudnya, dengan mengasihi Yesus, akan membuat orang dapat mengenal perintah-perintah dan menurutinya. Jadi, mengasihi Sang Guru menjadi jaminan agar dapat memperhatikan perintah-perintah Sang Guru. Karena mengasihi, maka dengan sukacita memperhatikan dan menuruti segala perintah-Nya.

                                                              +++++++

Dalam Bacaan pertama, dikisahkan tentang Filipus memberitakan Mesias kepada orang-orang di sebuah kota di Samaria, di bagian Utara Israel. Filipus adalah salah seorang dari tujuh Diakon yang diangkat untuk membantu para Rasul.(Kis.6:5).

Dengan bantuan Tuhan Yesus, dia berhasil meyakinkan banyak orang di situ. Dan, berita gembira itu sampai ke para Rasul di Yerusalem, yang mengutus Petrus dan Yohanes untuk menumpangkan tangan kepada mereka, sehingga menerima Roh Kudus.

                                                              +++++++

Bagaimana kita menarik inspirasi dari Injil dan Bacaan untuk minggu ini? Dan, apa-apa yang selayaknya kita lakukan agar kita pun mengasihi Kristus?, sehingga dengan sukarela melakukan perintah-perintah-Nya?

Kita yang telah menerima Roh Kudus dan diutus(Krisma), sangat bisa menjadi pembawa Kabar Gembira dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara yang sederhana pun, cukuplah. Misalnya, dalam situasi pandemi seperti saat ini, setiap kita ikut meneruskan atau bahkan berbagi berita yang positif, maka kita sudah ikut mewartakan Kabar Gembira. Bukan meneruskan berita yang negatif, apalagi membuat kuatir. Dengan berbagi, sesederhana sekali pun, maka kita sudah ikut mewartakan. Bahkan,ikut bersabar untuk menantikan saat boleh terlibat langsung dalam perayaan Ekaristi, kita juga sudah berbuat baik, bukan? Dengan membaca Alkitab, kita pun sudah ikut mendengarkan-Nya.

Bagaimana menurut bapak, ibu dan OMK?

“Selamat berbuat baik untuk mengasihi-Nya,

di Minggu Paskah.

Dan, semoga, Kasih-Nya, menyertai kita semua.”