MENGENAL “SANTO LEO AGUNG” PELINDUNG GEREJA PAROKI JATIWARINGIN

MENGENAL “SANTO LEO AGUNG” PELINDUNG GEREJA PAROKI JATIWARINGIN

Santo Leo Agung dengan nama pangglilan Leo, lahir di Tuscany.Itali pada tahun 391 dan kemudian menjadi Paus pada tahun 440. Ia adalah Paus pertama yang digelari “Agung” dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar “Agung” (The Great).

Ia terpilih menjadi paus setelah wafatnya Paus Sixtus III pada bulan Agustus 440.  Masa-masa itu adalah masa-masa sulit bagi Gereja.  Dimana-mana pasukan barbar menyerang umat Kristiani dan didalam Gereja sendiri,beberapa orang menyebarluaskan ajaran sesat.  Tetapi St. Leo adalah seorang paus yang amat mengagumkan. Ia sama sekali tidak takut akan apa pun atau siapapun.  Ia mengandalkan Devosinya pada paus perlahtama, St. Petrus Rasul. St.Leo sering mohon bantuan doanya.

Untuk menghentikan pengajaran iman yang sesat,St.Leo menjelaskan ajaran iman yang benar melalui tulisan-tulisannya yang terkenal.  Ia mengadakan Konsili untuk mengutuk ajaran-ajaran yang sesat.  Mereka yang tidak mau berbalik dari ajaran mereka yang sesat dikucilkan dari Gereja.  Tetapi, Paus Leo menerima kembali ke pelukan Gereja.  Ia mengajak umatnya untuk berdoa bagi mereka.

Peristiwa besar dalam St.Leo terjadi pada tahun 452,ketika ia berusaha meyakinkan panglima perang “Attila the Hun.”  Attila dan pasukannya ketika itu sedang berusaha mencaplok seluruh Itali dan tengah bersiap-siap memasuki Kota Roma,segera saja terjadi kepanikan dimana-mana.  Penduduk Roma pun panic,karena mereka tahu bahwa bangsa Hun telah membakar banyak kota dan membantai habis penduduknya.

Untuk menyelamatkan kota Roma,Paus Leo menempuh jarak 320 km dengan menunggang kuda untuk menghadapi untuk menghadapi Atilla dan membujuknya untuk menarik pasukannya.  Satu-satunya senjata yang ada pada Paus Leo I hanyalah berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Ketika kedua pemimpin itu saling bertemu,sesuatu yang menakjubkan terjadi. Attila,sang penakluk barbar dan kejam itu tidak terbiasa menghadapi kelemah-lembutan dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Paus kepadanya.  Ia tidak kuasa menatap mata sang Paus.  Lebih mudah bagi Attila untuk menghadapi musuh dengan pedang terhunus daripada menghadapi orang tua yang penuh belas kasih ini.  Karena itu Attila menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Paus.  Ia mengikat perjanjian damai dengannya.

Setelah peristiwa itu,Attila menceritakan bahwa ia melihat dua sosok yang amat besar berdiri disamping Paus Leo pada saat mereka berbicara. Umat yakin bahwa kedua sosok besar tersebut adalah kedua rasul besar, Santo Petrus dan Paulus.  Mereka diutus Tuhan untuk melindungi Paus Leo dan segenap umat Kristiani di Roma dan Itali.

Oleh karena kerendahan hati dan belaskasihnya Paus Leo dikasihi oleh semua orang.  Ia menjadi Paus selama duapuluh satu tahun.  Santo Leo wafat pada tanggal 10 November 461.  Pada abad 18,sisa-sisa Relik Santo Leo Agung dipisahkan dari makam-makam paus yang lainnya dan dimakamkan kembali dikapel tersendiri

Pada bulan Juli 2002 atas persetujuan Kardinal Yosef Ratzinger (Paus Benedictus XII,Vatikan menganugerahkan relik St.Leo Agung kepada umat Paroki Jatiwaringin agar dalam setiap langkah dan perkembangannya selalui dibimbing oleh Roh Kudus dengan perantaraan Paus Leo Agung yang suci.