Mengenang Sengsara Yesus

Mengenang Sengsara Yesus

MINGGU PALMA (Mengenang Sengsara Yesus)
“Dia Raja yang Jaya dan Lemah-Lembut”
Yes.50:4-7; Flp.2:6-11; Mat.26:14-27:66

Untuk Minggu Palma, mari kita awali dengan membahas sekilas, judul bahan-bahan permenungan ini. Minggu Palma,berarti Minggu merayakan kemenangan,karena palma menjadi simbol kemenangan,yang juga harapan (warna hijau). Pada Minggu ini, Yesus dielu-elukan oleh umat di Yerusalem selaku Raja. Yesus telah sampai di kota tempat kebesaran-Nya terwujud, yaitu kebangkitan-Nya. Injil menurut Matius 21:1-11 adalah untuk perarakan.

Sedangkan tentang sengsara yang dialami Yesus, mulai dikisahkan ketika salah seorang murid mengkhianati-Nya, dilanjutkan dengan perjamuan makan malam, penangkapan dan persidangan di Sanhedrin serta penyangkalan Petrus. Setelah itu, penetapan hukuman,penyaliban,wafat dan penguburan-Nya hingga penjagaan kuburan-Nya,diakhir bab 27. Sebuah rangkaian bacaan yang panjang,namun kisah yang menawan! Lebih lagi jika dibaca berulangulang. Apabila mau diulas semua, maka bisa menjadi banyak permenungan. Dan, dilengkapi dengan sebuah doa yang termaktub di Mazmur 22, yang termasuk mazmur Mesianik. 

Mengenai kisah sengsara, yang terdiri hampir dua bab;98 ayat, rasanya sudah diketahui bahkan dikenal dengan baik oleh banyak umat. Kisah yang selalu dibacakan (setiap tahun). Bahkan,bagian kisah yang menceritakan Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya,pada jaman kita sekarang, menjadi bagian utuh dari Doa Syukur Agung. Juga,menjadi warisan bagi kita, dalam rupa “Yesus menetapkan Ekaristi” dalam Doa Rosario (Peristiwa Terang). Juga,dikisahkan bagaimana Pilatus yang mengadili Yesus,sesungguhnya, dialah yang diadili Yesus. Banyak lagi...Sementara, Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, jemaat yang menimbulkan sukacita (bdk Flp.1:3-4), menasihati mereka supaya bersatu dan merendahkan diri,seperti Kristus. Karena, Yesus,sang Penebus, “yang walau pun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”(Flp.2:6-7). Ya,Yesus mengambil rupa sang Hamba, yang dikisahkan di Bacaan pertama. Hamba yang memberikan dirinya,demi ketaatannya kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan Allah menolongnya. Oleh karena itu, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Dan, inipun menjadi warisan bagi kita, dalam Doa Syukur Agung II.

Bagaimana memetik inspirasi dari kisah dalam Injil dan Bacaan-Bacaan untuk minggu ini? Rasanya, diantara kita,umat Paroki Jatiwaringin, umat gereja St. Leo Agung, sangatlah jelas. Yaitu, begitu banyak hal atau bagian dari kisah yang bisa kita baca dan dalami, untuk mencoba memetik inspirasi bagi kehidupan sehari-hari. Misalnya, kita diingatkan oleh Rasul Paulus untuk menjadi umat yang bersatu dan rendah hati. Yesus yang adalah Tuhan, merendahkan diri justru bagi manusia, agar manusia terbebas dari dosa. Kita bisa juga belajar dari Rasul Petrus, yang akhirnya dipercaya Kristus, untuk mengendalikan Gereja di dunia, pun mengalami proses jatuh-bangun, terpeleset, namun akhirnya menjadi seorang yang teguh mewartakan Kabar Gembira.

Tak akan cukup ruang jika harus diuraikan satu per satu. Namun, umat akan mampu mengambil pelajaran bagi diri masing-masing, dari kisah yang panjang-menawan.

“Selamat merayakan Minggu Palma, permulaan Minggu Suci.

Dan, semoga, Kasih-Nya, menyertai kita semua.”