"Menghilangkan Kejenuhan Hidup"

"Menghilangkan Kejenuhan Hidup"

Renungan Harian, 24 September 2020

“Menghilangkan Kejenuhan Hidup”

Pengkotbah 1:2-11, 90:4-17, Lukas 9:7-9

      Siklus kehidupan bisa membawa kita dalam kejenuhan, seperti masa covid ini dimana kita harus tetap tinggal dirumah untuk kesehatan kita bersama.  Kejenuhan sendiri menurut Bertrand Russel seorang filsuf yang menyukai Psikologi, adalah penyebab hilangnya kebahagiaan, sehingga setiap orang yang mengalaminya akan kehilangan kebahagiaannya. Apakah kejenuhan hanya terjadi pada kehidupan kita sekarang ini ?

     Uraian Kitab Pengkotbah Bab 1 menjelaskan juga keluhan Penulis kitab yang merasa hidup ini sia-sia selalu berulang tidak ada sesuatu yang baru. Keluhan mana adalah ungkapan tanpa solusi/jawaban dan mungkin juga tidak bisa terjawab oleh kita masa kini, dimana semua manusia kadang ingin mengalami hal-hal baru yang lebih baik.  Namun demikian banyak juga diantara kita begitu kaget dan kecewa terhadap hal-hal yang baru (perubahan), seperti saat ini misalnya kita  hanya bisa mengikuti Misa secara virtual. Tidak sedikit dari kita yang merasa kesal atas perubahan yang terjadi ?.

Melihat kenyataan ini sebenarnya persepsi kitalah yang membuat kejenuhan dalam menghadapi kehidupan,  dan/atau merasa khawatir terhadap sesuatu yang baru.  Sebagai manusia kita seolah tidak memiliki pendirian dalam menanggapi peristiwa-peristiwa kehidupan ini.

      Implementasi kondisi diatas, dapat kita temui dalam bacaan Injil hari ini. Penulis Lukas menceritakan bagaimana masa itu masyarakat menanggapi kehadiran Yesus, sebagai kabar baru. Termasuk  bagaimana tanggapan Herodes saat itu sehingga ia penasaran untuk berjumpa dengan Yesus.

Kita bisa belajar dari Injil kali ini mengenai realitas dan persepsi yang bisa saja sangat bertentangan. Apalagi dimasa kini, dimana sebuah kabar dalam hitungan menit bisa menyebar keseluruh dunia, namun realitasnya belum tentu sesuai dengan apa yang tersebar.

       Mengenai kehidupan ini seharusnya tidak membawa kita dalam kebosanan atas hal-hal yang sama, sebaliknya tidak harus menjadi kekhawatiran saat terjadi yang baru,  jika kita berpegang pada satu hal, sebagaimana doa yang telah diajarkan Yesus, Doa Bapa kami, terdapat kutipan, ………janganlah masukan kami kedalam pencobaan melainkan bebaskanlah dari yang jahat…………….. Doa mana menjadi materi renungan pertama  BKS 2020 dengan tema “Bapa Kami Yang Maha Adil”. Keadilan-Nya akan membawa kita dalam kondisi bersyukur apa yang terjadi. Semoga kita makin memiliki pendirian dalam menghadapi kehidupan ini.

@dlafevermore