Menjadi Bersih 11 Januari 2024

Menjadi Bersih 11 Januari 2024

Seorang penderita kusta datang kepadanya dan berlutut memohon padanya dan berkata, “Jika kamu mau, kamu dapat membuat aku tahir.” Tergerak oleh rasa kasihan, dia mengulurkan tangannya, menyentuh penderita kusta itu, dan berkata kepadanya, “Saya bersedia. Jadilah tahir.” Markus 1:40–41

Jika kita datang kepada Tuhan ilahi kita dengan iman, berlutut di hadapan-Nya dan menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya, maka kita juga akan menerima tanggapan yang sama seperti yang diberikan kepada penderita kusta ini: “Saya bersedia. Jadilah tahir.” Kata-kata ini hendaknya memberi kita harapan di tengah segala tantangan hidup.

Apakah yang dikehendaki Tuhan kami bagi Anda? Dan apa yang Dia ingin jadikan bersih dalam hidup Anda? Kisah penderita kusta yang datang kepada Yesus tidak berarti bahwa Tuhan kita akan mengabulkan setiap permintaan yang kita ajukan kepada-Nya. Sebaliknya, hal ini mengungkapkan bahwa Dia ingin membersihkan kita dari apa yang paling menyusahkan kita. Penyakit kusta dalam cerita ini harus dilihat sebagai simbol penyakit spiritual yang menimpa jiwa Anda. Pertama dan terpenting, ini harus dilihat sebagai simbol dosa dalam hidup Anda yang sudah menjadi kebiasaan dan perlahan-lahan menimbulkan kerusakan besar pada jiwa Anda.

Pada saat itu, penyakit kusta tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang parah pada seseorang, tetapi juga berdampak pada pengucilan mereka dari masyarakat. Mereka harus hidup terpisah dari orang lain yang tidak mengidap penyakit tersebut; dan jika mereka mendekati orang lain, mereka harus menunjukkan bahwa mereka penderita kusta dengan tanda-tanda luar tertentu agar orang tidak melakukan kontak dengan mereka. Dengan demikian, penyakit kusta mempunyai dampak pribadi dan komunal.

Hal yang sama juga berlaku pada banyak dosa kebiasaan. Dosa memang merusak jiwa kita, namun dosa juga berdampak pada hubungan kita. Misalnya, seseorang yang mempunyai kebiasaan kasar, suka menghakimi, menyindir atau sejenisnya akan mengalami dampak buruk dari dosa-dosa tersebut pada hubungannya.

Kembali ke pernyataan Yesus di atas, pertimbangkan dosa yang tidak hanya mempengaruhi jiwa Anda tetapi juga hubungan Anda. Terhadap dosa itu, Yesus ingin berkata kepadamu, “Jadilah tahir.” Dia ingin memperkuat hubungan Anda dengan membersihkan dosa di dalam jiwa Anda. Dan yang Dia perlukan untuk melakukan hal itu hanyalah Anda berlutut kepada-Nya dan menyerahkan dosa Anda kepada-Nya. Hal ini terutama berlaku dalam Sakramen Rekonsiliasi.

Renungkan, hari ini, hubungan terdekat Anda dalam hidup. Dan kemudian pertimbangkan dosa-dosa Anda yang mana yang paling langsung melukai hubungan tersebut. Apa pun yang terlintas dalam pikiran Anda, Anda dapat yakin bahwa Yesus ingin melepaskan Anda dari penyakit kusta rohani di dalam jiwa Anda.

Tuhanku yang Ilahi, bantulah aku untuk melihat apa yang ada dalam diriku yang paling merugikan hubunganku dengan orang lain. Bantu saya untuk melihat apa yang menyebabkan isolasi dan rasa sakit hati. Beri aku kerendahan hati untuk melihat hal ini dan kepercayaan yang aku perlukan untuk berpaling kepadaMu untuk mengakuinya dan mencari kesembuhanMu. Hanya Engkau dan Engkau sendiri yang mampu membebaskanku dari dosaku, maka aku berpaling kepadaMu dengan penuh keyakinan dan pasrah. Dengan iman, aku pun menantikan kata-kata kesembuhan-Mu, “Aku menghendakinya. Jadilah tahir.” Yesus, aku percaya pada-Mu.

 

source : https://catholic-daily-reflections.com/2024/01/10/be-made-clean-3/