“Menjadi Saksi Kristus: Berbuat Baik Sekecil Apa Pun”

“Menjadi Saksi Kristus: Berbuat Baik Sekecil Apa Pun”

“Menjadi Saksi Kristus: Berbuat Baik Sekecil Apa Pun”

(Yes. 49:3,5-6; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34)

Pada Minggu Biasa kedua ini, kita juga sudah memasuki hari kedua Pekan Doa sedunia. Dan, perikop untuk Minggu ini, menuturkan kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai siapa itu Yesus. Pada keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (ay.29). Dan, Anak Domba Allah, menjadi salah satu gelar bagi Yesus. Disamping kesaksian Yohanes Pembaptis itu, ada frasa (gabungan dua atau lebih yang bersifat nonpredikatif-kbbi online) yang menarik, yaitu ‘Pada keesokan harinya’. Menurut seorang Ahli, hal itu bisa didalami dengan pembacaan sejajar antara Injil Kristus menurut Yohanes dengan Kitab Kejadian, khususnya kisah tentang penciptaan alam semesta. Namun, biarlah hal itu didalami pada kesempatan lain.

Bagaimana kita mencoba memahami kesaksian Yohanes Pembaptis ini? Dari sejak dalam kandungan dan setelah berusia delapan hari, ketika mau disunat, telah ada peristiwa yang bisa disebut peristiwa ilahiah. Dan, kita tentu masih ingat bahwa ada ungkapan, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia (Luk.1:66). Dengan begitu, maklumlah kita betapa ‘kuatnya’kesaksian itu, karena Yohanes menyatakan, “Aku melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.” (ay.32).

Bagaimana kita memahami kisah dalam Injil menurut Yohanes dan Bacaan lainnya? Yohanes Pembaptis pun mengaku bahwa ia tidak mengenal-Nya. Namun, karena yang mengutus Yohanes memberikan petunjuk tentang turunnya Roh kepada-Nya, maka Yohanes pun bisa memberikan kesaksiannya dengan mengatakan, “Ia ini Anak Allah.” (ay. 33-34). Dan untuk kita, selaku umat paroki Jatiwaringin, gereja St. Leo Agung, bisakah, atau lebih pas, bersediakah kita menjadi saksi-Nya? seperti yang dilakukan oleh Yohanes pembaptis? “Ia bukan terang itu tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.” (Yoh.1:8-9). 

Setiap kali kita ikut merayakan Ekaristi, kita akan mendengar, “Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia...”, sebelum kita menerima hosti. Semoga,kita senantiasa penuh kasih saat menerima-Nya. Dan, saat ini kita sekeuskupan, KAJ, mencoba mengamalkan Sila Keadilan Sosial. Program konkritnya adalah ‘celengen keadilan sosial, dalam tahun Keadilan Sosial 2020’. Semoga, setiap dari kita bersedia ikut berbuat, sekecil apa pun, untuk mendukung pengamalan Pancasila. Dan itu, menjadi bagian dari kesaksian kita. 

Dan, semoga, Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu (1Kor. 1:3).