“Menjadi Saudara Dalam Penderitaan”

“Menjadi Saudara Dalam Penderitaan”

Sabtu, 5 September 2020

"Menjadi Saudara Dalam Penderitaan"

1 Korintus 4 :6-15; Mazmur 145:17-21; Lukas 6:1-5

         Sahabat terkasih,  perikop Alkitab hari ini, mengajak kita belajar mengenai kesiapan mental untuk mengikuti Yesus, sebagai orang beriman.

       Paulus dalam surat pertama kepada Jemaat dikorintus menyatakan; ………. Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia (4:9).

Paulus menambahkan;  ………………..4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,  4:12 kami melakukan pekerjaan tangan  yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati;  kalau kami dianiaya, kami sabar; 4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Penegasan hal tersebut juga kita bisa dilihat dalam Injil Lukas, dimana pengikut Yesus selalu dicari kesalahan serta kelemahannya dan menjadi sasaran dari serangan-serangan yang menjatuhkan.

Lengkaplah sudah penderitaan, namun kondisi ini hanya terjadi saat menjalani kehidupan didunia ini, berbeda saat kita kembali ke-Surga.

Kita bisa melihat bagaimana referensi Alkitab terkait pertemuan BKS Ke-4 “Menjadi Saudara Dalam Penderitaan” yaitu Lukas16:19-30. Perumpamaan mengenai Orang Kaya dan  Lazarus. Perubahan drastis dan tragis saat seseorang meninggalkan dunia, apa yang dilakukannya akan mendukung bagaimana nantinya ia hidup dialam baka.

        Kiranya kita bisa menjadi bagian dari apa yang dialami oleh para Rasul, karena itulah yang menjadikan kita secara realistis sebagai murid Yesus, mengalami penderitaan untuk menjadi saudara dalam penderitaan, Amin.