Menjadi Utusan adalah Panggilan Hidup

Menjadi Utusan adalah Panggilan Hidup

Apakah diantara kita masih ada yang ingat apa yang menjadi motivasi awal kita untuk di baptis menjadi pengikut Kristus dan masuk di dalam Gereja Katolik ? Kalau di baptisnya saat dewasa mungkin masih ingat. Tetapi bagaimana yang di baptis saat masih bayi atau masih kecil ? Tentu karena Iman orang tua yang menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya terutama dalam hal Iman dan keselamatan. 

Mahatma Gandi, tokoh yang memperjuangkan India tanpa kekerasan, sering mengutip bacaan Kitab Suci khususnya terkait Kotbah di Bukit (Matius 5-7). Suatu saat, seseorang bertanya kepada Gandi, "Sekalipun Anda sering mengutip kata-kata Kristus, mengapa Anda kelihatannya keras menolak untuk menjadi pengikut-Nya? Jawab Gandhi, Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda .. Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti yang ditemukan di dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini," katanya lagi.

Renungan kali ini bukan untuk berbicara tentang panggilan khusus seperti menjadi Imam, Suster atau Biarawan dan Biarawati, tetapi panggilan kita orang-orang awam sebagai pengikut Kristus. Kisah dialog dengan Mahatma Gandi sejatinya telah memberikan kita sebuah gambaran bagaimana kita orang-orang Kristen seharusnya menjalani kehidupannya. Predikat Kristen, yang artinya pengikut Kristus, benar-benar seharusnya menjadi alasan sekaligus motivasi yang kuat bagi kita untuk hidup menurut cara-Nya hidup. Memang tidak mudah. Dalam bacaan Injil Minggu ini bahkan Tuhan Yesus sudah memperingatkan bahwa panggilan perutusan kita bukanlah perkara mudah. Selain penolakan-penolakan, kita juga dituntut untuk lepas bebas atau tidak lekat pada hal-hal duniawi. Karena Yesus mengetahui adanya risiko ini, maka DIA memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya agar kita mampu melalui semuanya (bdk Luk. 10 : 19)

Umat Tuhan yang terkasih, untuk menutup renungan Minggu ini, ada baiknya kita memperhatikan pesan St. Paulus dalam Suratnya kepada umat di Galatia dalam bacaan Kedua. Pertama, kita dalam posisi diselamatkan dan itu bukan hasil usaha kita, tetapi karena Salib Kristus. IA rela mati dengan cara yang paling hina hanya untuk menyelamatkan kita. Kedua, kesadaran akan Salib Kristus seharusnya menjadi motivasi kita untuk menjadi ciptaan baru – yaitu hidup yang senantiasa menjadi tanda bahwa Kasih masih ada bagi dunia ini.

Selamat hari Minggu – Tuhan memberkati. Amin