"Mujizat"

"Mujizat"

Mujizat

1Kor.3:1-9; Mzm.33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44

Perikop untuk hari ini, Rabu, 2 September 2020, merupakan kelanjutan dari hari kemarin. Yesus yang diterima dengan baik dan bahkan dikagumi oleh orang-orang di Kapernaum, melakukan berbagai mukjizat. Sungguh kontras dengan apa yang terjadi di Nazaret.

Ibu mertua Simon, yang sedang demam keras, segera bangun dan melayani Yesus dan murid-murid-Nya, setelah Yesus menghardik demam yang sedang dialaminya. Dan, ketika matahari terbenam, banyaklah orang yang membawa orang-orang sakit kepada-Nya. Mereka sembuh setelah Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka. Dan, seperti lazimnya, Yesus senantiasa pergi ke tempat yang sunyi, jika selesai dengan sebuah pelayanan. Namun, orang-orang di Kapernaum mencari-Nya, dan ketika bertemu, berusaha untuk membujuk Yesus agar bersedia tinggal bersama mereka beberapa waktu. Apa reaksi Yesus? Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itu Aku diutus.”

Apa yang dapat kita ambil sebagai pengajaran Yesus, Sang Juruselamat kita, untuk situasi saat ini? Atau, kita juga bisa bertanya, mungkinkah terjadi mukjizat di seluruh wilayah paroki kita, Jatiwaringin, gereja St. Leo Agung, di masa pandemi virus corona 19 ini? Dengan iman katolik, semoga kita bisa menjawab dengan meyakinkan, “Bisa!”. Loh, kok bisa? Mari kita coba dalami: jika kita amati, katakanlah di sebuah pagi yang cerah, ternyata langit-biru bisa kita nikmati. Hal yang sangat sulit didapat ketika sebelum adanya pandemi virus corona. Lagi, lihatkan lingkungan di sekeliling kita: akan terlihat bahwa tumbuh-tumbuhan, tanaman, banyak yang memancarkan warna hijau. Warna tanda adanya kesegaran. Dari segi iman, kita dikuatkan dengan kehadiran-Nya secara rohani, walau belum menerima hosti dalam perayaan Ekaristi  tatap-muka. Maka kita diingatkan kembali akan Sabda-Nya yang disampaikan melalui nabi Yesaya: Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman TUHAN. Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri. Semoga, ini pun meneguhkan iman kita akan Kuasa Kasih-Nya.

Kemudian, pertanyaan lainnya: apa yang dapat kita lakukan agar “Menjadi Saudara Yang Adil Di Masa Pandemi?” Selama Bulan Kitab Suci Nasional 2020, telah disiapkan empat Pertemuan untuk Lingkungan. Dengan ikut acara tersebut secara virtual, dan mendoakan sesama kita, tanpa melihat asal-usulnya, kita telah berusaha untuk menjadi “Saudara” bagi sesama, yang pada Pertemuan pertama dengan tema “Bapa Kami Yang Maha Adil”, dimana diperbincangkan dan direnungkan “Doa Bapa Kami” yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Semoga, kita pun meneladani sang Rabi, Yesus: berdoa Bersama dengan “Doa Bapa Kami”, yang berarti berdoa bersama-sama banyak saudara.

Shalom.

 

Sumber:

Alfons M. Sahat M. Marpaung

Jln. Bukit Besar Blok S no. 6, Jatibening Baru

Lingkungan St. Angela Merici