"Orang Sakit Membutuhkan Penyembuh"

"Orang Sakit Membutuhkan Penyembuh"

Renungan Harian, 21 September 2020

ORANG SAKIT MEMBUTUHKAN PENYEMBUH”

Kita semua mengetahui bahwa trending topik sejak bulan Maret 2020 adalah pandemi COVID19 yang dengan pesat menyebar ke seluruh Indonesia dan bagaimana menghindari, mencegah dan menyembuhkannya. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh Pemerintah Pusat,  Pemerintah Daerah maupun komunitas-komunitas yang ada di Masyarakat, dengan segala resistensi yang muncul dari para pihak yang ingin membuat Masyarakat bingung, mengacaukan rencana yang sudah disusun Pemerintah untuk tujuan politik dan mendiskreditkan komunitas tertentu.

Selaras dengan hal tersebut, Tuhan Yesus juga menghadapi resistensi yang sama dari kaum Farisi ketika mereka melihat Dia makan di rumah Matius dan membiarkan seorang wanita membasuh kaki Tuhan Yesus dengan minyak wanginya.  Kaum Farisi tidak memahami bahwa kedatangan-Nya di dunia ini adalah untuk mencari dan mengampuni orang  berdosa (Matius 9:9-13), bukan untuk orang-orang yang sudah taat. Logikanya seperti berikut ini,  kita dalam keadaan sehat dan hasil swab negative, tapi kita mencari dokter spesialis dan minta diisolasi di Wisma Atlit, sama sekali tidak ada manfaatnya, bukan? Bagi yang sehat haruslah mempertahankan imunitas dirinya dari serangan pihak luar, dalam hal ini serangan atas keyakinan iman kita, dan memelihara  kesehatan iman itu dengan terus menerus minum vitamin atau jamu iman dengan sering membaca firman Tuhan dan mendengar sharing dari mereka yang berkompeten

Dalam situasi seperti sekarang diperlukan pribadi yang bisa menjadi saudara dalam penderitaan sesuai dengan tema pendalaman iman ke IV bulan ini.  Kita diberi bermacam karunia atau talenta yang dapat kita kembangkan untuk membantu saudara kita yang lain yang lebih membutuhkan dari pada kita. Seperti halnya dokter, perawat, pembuat masker dan hazmat dll, melayani tanpa pamrih. Sebagai murid Yesus kita mendapat warisan  untuk memberitakan dan menyebarluaskan kabar baik bahwa telah terjadi rekonsiliasi antara ciptaan Tuhan dan Penciptanya melalui Tuhan Yesus Kristus ( Ef 4:1-13). Pesan KASIH telah dibawaNya bagi semua ciptaannya, baik bagi mereka yang taat maupun mereka yang berdosa dan juga bagi lingkungan hidupnya.  Dalam situasi saat ini di seluruh dunia banyak orang menderita stress, kasih inilah  yang dibutuhkan untuk meringankan beban psikologis mereka yang mengalami PHK, pengurangan gaji, dirumahkan sementara dll

Kasih yang dibawa oleh Tuhan Yesus itu tidak akan mati, akan terus membahana di seluruh buana (mzm 9:9-13), tentunya apabila kita sebagai penerima warisan tak henti-hentinya memberitakan kabar baik itu dimanapun kita berada tanpa harus mendiskreditkan kepercayaan atau keyakinan lain.

Sanggupkah kita melaksanakannya demi kemuliaan nama Allah? Sebagai manusia biasa yang rentan terhadap keduniawian dan nafsu-nafsu, kita wajib terus berusaha dan memohon tambahan imunitas iman dari Allah Tri Tunggal Maha Kudus. Imunitas iman ini sangat penting terlebih akhir-akhir ini banyak muncul talkshow channel apologetica yang dapat memicu keraguan apabila iman kita sebatas membaca dan mendengar tanpa melaksanakannya.

Marilah saudaraku, kita menjadi saudara dalam penderitaan bagi sesama dan mohon suntikan imunitas iman dari Tuhan kita Yesus Krsitus. Berkah Dalem Gusti.