Orientasi Hidup

Orientasi Hidup

Kalau kita menonton televisi dan melihat berita adanya Pejabat Publik yang terjaring Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kita mungkin akan mengalami dua perasaan yang berbeda. Di satu sisi kita memberikan rasa hormat yang luar biasa kepada KPK yang telah berhasil menangkap pencuri uang rakyat, namun disisi lain kita mengelus dada dan kecewa kenapa masih terus ada Pejabat Publik yang tega-teganya mencuri uang rakyat yang bukan menjadi haknya. Lebih miris lagi kalau kita melihat kebelakang bahwa mereka, para Koruptor itu, sebelum menjabat terlebih dahulu disumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa. Dimana Tuhan yang mereka imani itu ditempatkan ?

Hidup di jaman modern sekarang ini memang tantangannya luar biasa. Dengan berkembangnya teknologi segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah. Bahkan saat berbagai persoalan muncul menghampiri kita, yang perlu di lakukan hanyalah googling, semua akan beres hanya dengan sebuah smartphone. Lalu dimana posisi Tuhan bagi kita yang hidup di jaman modern ini ? Apakah kita sudah tidak perlu lagi memikirkan dan mencari hal-hal yang diatas (bdk Kol. 3 : 1) yang penting untuk bekal kehidupan abadi kita kelak ?

Umat Tuhan yang terkasih, kita semua sepakat bahwa di jaman modern ini bekal pendidikan yang juga ditunjang dengan pemahaman teknologi memang sangat perlu dan sudah menjadi sebuah keniscayaan. Tetapi diatas semuanya itu, tetap harus menjadi kesadaran kita bahwa ada kehidupan setelah kematian kita dan ini harus dipersiapkan secermat mungkin. Gangguan utama di jaman modern ini adalah pertentangan antara Iman dan Akal Budi. Ketika doa selalu dianggap sebagai sebuah jalan pintas atas setiap permasalahan, maka yang di dapat adalah rasa kecewa. Kita jangan menjalankan kehidupan beriman kita dalam terang akal budi tetapi marilah kita menggunakan akal budi kita dalam terang iman, maka dengan demikian, seperti kata St. Paulus dalam bacaan kedua, kita akan dan harus memulai dan berupaya untuk mencari hal-hal yang diatas, dimana Kristus ada dan mematikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi untuk menjadi manusia baru (bdk Kol. 3 : 1-5.9-11). Inilah orientasi hidup kita seharusnya sebagai pengikut Kristus.

Selamat hari Minggu – Tuhan memberkati. Amin