Panggilan Tuhan

                                                     Panggilan Tuhan

Kita sudah di penghujung Masa Adven. Secara rohani pasti pasti sudah banyak yang kita lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Sang Juru Selamat,seperti mengaku dosa dan mengikuti Pendalaman di lingkungan. Lalu apa hubungannya dengan St. Yusuf yang dalam bacaan Injil Minggu ini banyak diceritakan? Tentu saja dipilihnya Yusuf menjadi Ayah Angkat Yesus bukanlah tanpa latar belakang. Allah tidak pernah salah memilih orang-orang yang akan terlibat dalam karya penyelamatan-Nya.

Mari kita lihat siapa St. Yusuf dan apa keutamaan-keutamaannya. Pertama, tidak banyak yang kita ketahui tentang St. Yusuf. Kitab Suci menyebutnya sebagai seorang dari keluarga Daud (bdk. Luk 1:27). Bahkan tidak pernah terkutip satu kata keluar dari mulut Santo Yusup. Namun Kitab Suci mencatat bahwa St. Yusuf adalah seorang yang tulus hati. Seorang yang tulus hati tidak akan menimbang untung rugi bagi dirinya ketika berbuat suatu kebaikan karena yang penting baginya adlah tujuan kebaikan itu sendiri tercapai. Kedua, Kitab Suci mencatat telah tiga kali malaikat Tuhan menjumpai St. Yusuf dalam mimpi; ketika Yusuf akan menceraikan Maria diam-diam (Mat 1:18-25),ketika Yusuf diperintahkan Tuhan untuk menyingkir ke Mesir (Mat 2:13-15) dan terakhir ketika Yusuf dipanggil untuk kembali ke Israel sehabis menyingkir ke Mesir (Mat 2:19-23).

Kemampuan St. Yusuf untuk menangkap pesan Tuhan melalui mimpi pastilah dilatarbelakangi relasinya yang mendalam dengan Tuhan dan pemahamannya yang cukup baik tentang isi Taurat (Kitab Suci). St. Yusuf bukan orang yang jauh dari Tuhan. Hidup doanya pasti sangat mendalam. Ketiga, dia melaksanakan dengan setia semua rencana Tuhan yang dipercayakan kepadanya.

Umat Tuhan yang terkasih,Santo Yusuf dan Bunda Maria adalah sosok-sosok yang berani membiarkan dirinya dipakai oleh Allah agar semua rencana baik Allah bagi manusia boleh terlaksana di bumi ini. Keputusan mereka untuk berani ambil bagian dalam karya Allah adalah buah dari relasi mereka yang mendalam dengan Allah dan karena mereka kita semua saat ini boleh merasakan "Allah berserta kita". Apakah kita juga siap untuk ambil bagian dalam karya Allah dengan terlebih dahulu membangun relasi yang mendalam dengan Allah agar semua orang juga boleh merasakan "Allah beserta mereka ?" 

Selamat Hari Minggu - selamat bertemu Tuhan Yesus dalam Ekaristi - Tuhan memberkati.