Pembaptisan Tuhan

Pembaptisan Tuhan

                                                        Pembaptisan Tuhan

Tuhan kok dibaptis? Beberapa dari kita mungkin juga pernah mengajukan pertanyaan seperti itu. Jangan khawatir,kita tidak sendirian dengan pertanyaan itu. Yohanes Pembaptis-pun sempat bingung saat Tuhan Yesus datang ke sungai Yordan dan minta dibaptis olehnya. “Tetapi Yohanes mencegah Dia,katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu,dan Engkau yang datang kepadaku?” (ayat 14). Atas kebingungan ini,Tuhan Yesus menjawab “Biarlah hal itu terjadi,karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (ayat 15). Yohanes-pun membaptis Yesus.

Mari kita coba mencari makna dari pembaptisan Tuhan Yesus ini. Pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes kemungkinan berlatar belakang ritual pembersihan diri yang dilakukan oleh komunitas Qumran di mana Yohanes Pembaptis (diduga kuat) pernah hidup didalamya sebelum dia tampil di muka umum. Melalui pembaptisan-Nya, Tuhan Yesus ingin menunjukkan solidaritasnya kepada manusia. Dia sangat memahami bahwa hidup di dunia itu tidak mudah. Seperti seekor domba yang tercebur ke dalam air akan sangat sulit keluar dari kubangan air karena bulu tebalnya sudah menampung air yang sangat banyak. Tidak ada acara lain bagi si gembala jika ingin mengeluarkan damba dari air kecuali menceburkan dirinya dan mengangkat si domba langsung dari air. Kehadiran Yesus di dunia bukan saja untuk memberi kekuatan bagi kita untuk keluar dari lumpur dosa,tetapi sekaligus menebus jiwa kita manusia dari cengkeraman dosa dengan darah suci-Nya.

Melalui pembaptisan-Nya pula,Tuhan Yesus mengangkat peristiwa pembaptisan menjadi sebuah peristiwa Iman yang Agung bagi manusia karena melalui pembaptisan,kita diangkat menjadi anak-anak Allah di mana Roh Kudus dicurahkan bagi kita oleh Sang Penebus (bdk Yoh.3:16-17). Keberdosaan kita tidak dihiraukan-Nya lagi dan kita menjadi ahli waris kerajaan-Nya. Martabat manusia sebagai gambar dan rupa Allah dipulihkan (Kej.1:26).

Uman Tuhan yang terkasih,perjalanan iman kita belum selesai dengan pembaptisan. Seperti Tuhan Yesus,pembaptisan merupakan awal perjalan karya-Nya dan setelah itu Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dengan membiarkan diri-Nya dicobai iblis, Tuhan mau membuka strategi yang digunakan iblis untuk menjebak manusia. Hidup di dunia adalah padang gurun bagi kita umat Tuhan. Godaan keserakahan,popularitas dan kesombongan dengan berbagai bentuknya yang memikat sering tanpa sadar menjauhkan kita dari Kasih Allah. Mari,belum terlambat bagi kita untuk mencanangkan gendering perang melawan iblis.

Selamat hari Minggu,selamat bertemu Tuhan dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.