"Perlunya Mempersiapkan Diri"

"Perlunya Mempersiapkan Diri"

Hari Minggu Biasa XXXII

"Perlunya Mempersiapkan Diri"

Keb. 6:13-17; 1 Tes. 4 : 13-18; Mat. 25 : 1-13

 

Pada suatu waktu diadakanlah sebuah konferensi setan-setan sedunia. Sang Penghulu setan memanggil semua setan senior untuk hadir. Beberapa setan junior juga diundang sebagai tamu agar mereka dapat belajar dari para senior mereka. Konferensi ini ingin membahas satu hal saja yaitu mencari strategi baru agar manusia tidak perlu merasa harus bertobat.

Di sesi awal ada setan senior yang menawarkan cara agar para setan berusaha memberikan keyakinan kepada manusia bahwa Surga itu tidak ada agar manusia merasa percuma jika bertobat. Usul ini ditolak karena semua umat beragama sangat yakin bahwa Surga itu ada. Kemudian setan lain menawarkan hal sebaliknya; bagaimana kalau kita katakan bahwa neraka itu tidak ada sehingga manusia merasa rugi atau percuma jika bertobat karena jika meninggal tidak akan di hukum juga karena neraka tidak ada. Usul inipun ditolak karena semua manusia beragama yakin neraka itu ada.

Tiba-tiba setan junior mengangkat tangan tanda meminta ijin untuk bicara. Pemimpin pertemuan memberi ijin setan junior ini untuk berbicara. Setan Junior ini lalu mulai berbicara; “Bagaimana kalau kita katakan kepada manusia bahwa jika ingin bertobat, nanti saja - masih ada waktu. Kalau manusia terus menunda pertobatannya, kita harapkan menjadi lupa karena sudah terbiasa hidup dalam dosa dan akhirnya akan terlambat”. Usul ini akhirnya di terima oleh seluruh peserta konferensi.

Umat Tuhan yang terkasih, apakah konferensi diatas benar-benar ada ? Tentu tidak. Cerita diatas adalah sebuah cerita imajiner untuk menggambarkan bahwa setan sangat cerdik dan serius menjebak manusia agar tetap berada di dalam kedosaannya. Bacaan-bacaan Minggu ini berbicara tentang bagaimana kita mempersiapkan diri apabila Yesus datang untuk yang kedua kalinya. Atau secara sederhana ingin disampaikan pesan bahwa kematian adalah hal yang sangat serius untuk kita persiapkan sebaik-baiknya dan seawal mungkin. Pertobatan butuh proses karena harus mengubah cara pandang dari manusia yang ingin bertobat itu. Pertobatan membutuhkan komitmen. Dan jauh penting pertobatan membutuhkan kesadaran bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan dan kita telah di tebus dengan Darah yang mahal (bdk 1 Ptr. 1 : 18-19). Kita harus segera memutuskan apakah kematian kita akan menjadi sebuah momen kebangkitan yang gemilang atau benar-benar menjadi kematian kekal.

Untuk menutup renungan singkat ini, baiklah jika kita mengingat quote menarik dari St. Basilius Agung yaitu “Neraka tidak bisa dibuat menarik, jadi Iblis membuat jalan yang menarik menuju kesana”. Kiranya ini menjadi semacam pengingat bagi kita yang sampai saat ini terus menunda mempersiapkan diri bagi kehidupan kekalnya.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan Yesus dalam Ekaristi – Tuhan memberkati