"Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf"

"Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf"

Pesta Keluarga Kudus,Yesus, Maria dan Yusuf

“Keluarga,tempat pertumbuhan iman”

Kej.15:1-6;21:1-3;Ibr.11:8,11-12,17-19; Luk.2:22-40

Keluarga, menurut salah satu cerita, berasal dari dua kata. Dari bahasa Jawa, ‘kawula’ dan ‘warga’. Kira-kira, artinya, setiap anggota dari kawula merasakan sebagai satu kesatuan yang utuh, sebagai bagian dari dirinya, dan dirinya juga merupakan bagian dari warga yang lainnya secara keseluruhan. Begitulah pemahaman tentang keluarga, yang awalnya, dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara, yang digelari bapak Pendidikan Indonesia.

Menurut Gereja Katolik, keluarga adalah sebuah gereja rumah-tangga, ecclesia domestica, “tempat anak-anak menerima pewartaan pertama mengenai iman.” Begitu tertulis di KGK 1666. Masih ada beberapa teks singkat lain di KGK. Dan, tentu pula, masih banyak pemahaman lainnya tentang keluarga, tergantung dari sudut pandang yang mana.

Dalam Injil Kristus menurut Santo Lukas, untuk Minggu Pesta Keluarga Kudus, tertulis, “Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,” (Luk. 2:22). Apa yang hendak disampaikan oleh ayat ini?, dan dua ayat berikutnya? Waktu pentahiran, adalah bagi sang Bunda, sedangkan “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, adalah bagi Sang Anak(bdk.Im.12:1-8). Keluarga Kudus dari Nazaret melakukan hal itu untuk menaati hukum Tuhan. Sebuah keluarga ideal, yang selayaknya menjadi ‘panutan’ bagi setiap umat Kristen.

                                                                                                                      +++

Keluarga Kudus dari Nazaret sungguh keluarga yang ideal. Namun, bagaimana perjalanan kehidupan mereka? Kita semua tahu, bagaimana ceritanya. Seperti juga kisah keluarga Abram, yang diceritakan di Bacaan pertama. Abram yang kemudian menjadi Abraham, bapa semua orang beriman. Yang karena, ketaatan iman yang kukuh, semua bangsa akan terberkati. Muluskan perjalanan keseharian Abraham? Banyak yang sudah tahu tentang kisahnya. Banyak bab diberikan: 14 bab, sejak dipanggil Allah, bab 12, hingga dipanggil pulang ke rumah Bapa,bab 25. Penuh lika-liku. Ada juga kecemasan, selayaknya manusia biasa. Dijanjikan sesuatu yang begitu didambakan, namun entah kapan kesampaian. Hanya ketaatan, yang membuat tetap bertahan, seperti yang kita bisa baca. Keluarga Abraham juga diceritakan dalam Bacaan kedua, dalam surat Rasul Paulus kepada orang Ibrani.

                                                                                                                      +++

Tentu, banyak keluarga di paroki Jatiwaringin mahfum, bahwa sebuah setiap keluarga menghadapi berbagai persoalan. Lebih lagi, dalam usaha mencapai seperti yang diinginkan. Jika begitu, apa-apa yang dapat kita pelajari dari Bacaan dan Injil untuk minggu ini? Sangat bisa jadi disepakati, bahwa menumbuhkan iman dimulai dalam keluarga. Oleh karena itu, dalam KGK dituliskan peran orang tua sebagai pengajar iman(katolik). Misalnya saja, mempelajari sabda-Nya melalui tiga sumber, salah satunya, Kitab Suci, Alkitab. Banyak kisah dan cerita yang menarik dan baik, untuk diteruskan kepada anak-anak. Seperti yang bisa kita tangkap tentang apa-apa yang dilakukan Bunda Maria dan bapa Jusuf yang bijak, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”(ay.40), setelah mereka kembali ke Nazaret(ay.39).

Dan, satu hal lagi: kesabaran dan ketaatan, seperti yang diperlihatkan oleh bapa Abraham. Sering, dalam kehidupan, kita bertanya-tanya, bagaimana rencana Tuhan dalam hidup kita. Bahkan, bukan sedikit kasus, dimana umat mempertanyakan maksud Allah. Begitu yang kita alami dalam masa pandemi ini, bukan? Kapan ‘kehidupan normal’ akan kembali?

Dalam situasi apa pun, percaya akan Kasih-Nya, segala sesuatu akan indah pada waktunya, semoga meneguhkan iman kita.

Bagaimana menurut bapak, ibu dan kaum muda?

Shalom.