PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

“Menjadi Putera Puteri Kesayangan dan Berkenan Kepada Allah”

Yes. 55 : 1-11; 1 Yoh. 5 : 1-9; Mrk. 1 : 7-11

Tuhan koq dibaptis ? Beberapa dari kita mungkin juga pernah mengajukan pertanyaan seperti itu. Jangan khawatir, kita tidak sendirian dengan pertanyaan itu. Yohanes Pembaptis-pun sempat bingung saat Tuhan Yesus datang ke Sungai Yordan dan minta dibaptis olehnya. Mari sebentar kita tengok apa yang tertulis di dalam Injil Matius Bab 3:14-15, Tetapi Yohanes mencoba mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?" (ayat 14). Atas kebingunan ini, Tuhan Yesus menjawab "Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." (ayat 15). Yohanes-pun membaptis Yesus.

Mari kita coba mencari makna dari pembaptisan Tuhan Yesus ini. Pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes kemungkinan berlatar belakang ritual pembersihan diri yang dilakukan oleh Komunitas Qumran dimana Yohanes Pembaptis (diduga kuat) pernah hidup didalamnya sebelum dia tampil dimuka umum. Melalui pembaptisan-Nya, Tuhan Yesus ingin menunjukkan solidaritasnya kepada manusia. DIA sangat memahami bahwa hidup didunia itu tidak mudah. Seperti seekor domba yang tercebur kedalam air akan sangat sulit keluar dari kubangan air karena bulu tebalnya sudah menampung air yang sangat banyak. Tidak ada cara lain bagi si gembala jika ingin mengeluarkan domba dari air kecuali menyeburkan dirinya dan mengangkat si domba langsung dari air. Kehadiran Yesus didunia bukan saja untuk memberi kekuatan bagi kita untuk keluar dari lumpur dosa, tetapi sekaligus menebus jiwa kita manusia dari cengekaman dosa dengan darah suci-NYA.

Melalui pembaptisan-NYA pula, Tuhan Yesus ingin mengangkat peristiwa pembaptisan menjadi sebuah peristiwa Iman yang Agung bagi manusia, karena melalui pembaptisan kita diangkat menjadi anak-anak Allah dimana Roh Kudus dicurahkan bagi kita oleh Sang Pencipta (bdk Yoh. 3 : 16-17). Keberdosaan kita tidak dihiraukan-NYA lagi dan kita menjadi ahli waris kerajaan-NYA. Martabat manusia sebagai gambar dan rupa Allah dipulihkan (Kej. 1 : 26).

Umat Tuhan yang terkasih, perjalanan iman kita belum selesai dengan pembaptisan. Seperti Tuhan Yesus, pembaptisan merupakan awal perjalanan karya-NYA dan setelah itu Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dengan membiarkan diri-NYA dicobai Iblis, Tuhan Yesus bermaksud membuka strategi yang digunakan Iblis untuk menjebak manusia. Hidup didunia adalah padang gurun bagi kita umat Tuhan. Godaan keserakahan, popularitas dan kesombongan dengan berbagai bentuknya yang memikat sering tanpa sadar menjauhkan kita dari Kasih Allah. Mari .. belum terlambat bagi kita untuk mencanangkan gerederang perang melawan Iblis.

Selamat hari minggu, selamat bertemu Tuhan dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.