"Ruang Bagi Tuhan"

"Ruang Bagi Tuhan"

Hari Minggu Adven IV

“Ruang Bagi Tuhan”

2 Sam. 7:1-5.8b-12.14a.16; Rm. 16 : 25-27; Luk. 1 : 26-38

Kita sudah di penghujung Masa Adven. Secara rohani pasti sudah banyak yang kita lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Sang Juruselamat. Walau kondisi saat ini jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mudah-mudahan perayaan Natal di masa pandemi Corona ini tidak mengurangi kekusukan kita di dalam beribadah. Apapun situasi yang kita alami, kita percaya Sang Immanuel tetap setia, DIA selalu ada beserta kita.

Di dalam bacaan Injil Pekan IV Adven ini kita dapat menemukan kalimat terkenal yang terucap dari seorang Maria yang sekaligus juga menjelaskan keutamaan dari sosok teladan Iman yang luar biasa ini, yaitu “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Mengapa ucapan Maria ini sampai dikatakan menjelaskan keutamaannya? Mari kita lihat.

Pertama, Maria dapat segera mengenali sosok yang hadir di hadapannya adalah Malaikat yang diutus oleh Allah dan bukan Iblis yang menyamar seperti malaikat terang. Maria menghadapainya dengan tenang dan segera mengenali siapa sosok itu. Ini adalah sebuah proses pembedaan Roh atau sering kita sebut discernment. Kemampuan Bunda Maria melakukan pembedaan Roh ini adalah sebuah bukti bahwa hatinya senantiasa terarah kepada Tuhan. Hatinya hening dan jernih sehingga dengan cepat mampu menangkap, tidak hanya pesan Tuhan, tetapi juga kehadiran Tuhan itu sendiri didalam hidup dan dirinya. Ini juga sekaligus merupakan bukti bahwa hidup doanya sungguh terpelihara dengan baik.

Kedua, sebagai seorang Yahudi tulen, Maria tahu akan ada konsekuensi serius bagi seorang Perempuan Yahudi jika kedapatan hamil tanpa memiliki seorang suami. Konsekuensi apa? Hukuman mati dengan cara dilempari batu. Sebuah hukuman sosial yang tentu tidak ringan (Ul. 22 : 22-24). Walau demikian, Maria memutuskan tetap bekerjasama dengan Tuhan demi hadirnya Sang Penyelamat bagi dunia. Apa yang dapat kita pelajari dari hal ini? Di tengah kesibukan dan berbagai persoalan hidup yang kita hadapi di dunia ini, apakah kita selalu menyiapkan waktu khusus bagi Tuhan, baik melalui hidup doa maupun di dalam berbagai pelayanan? Hati Maria adalah sepenuhnya ruang bagi Tuhan.

Umat Tuhan yang terkasih, merayakan Natal di masa pandemic Corona ini benar-benar merupakan tantangan tersendiri bagi kita. Semuanya serba berjarak dengan kita. Tetapi harus selalu kita ingat, Tuhan hadir di dunia ini justru agar DIA tidak lagi berjarak dengan kita manusia ciptaan-NYA. DIA-lah IMMANUEL .... Allah beserta kita.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan Yesus dalam Ekaristi – Selamat Natal - Tuhan memberkati