“Seruan Pertobatan; hanya himbauan atau sebuah teguran ?"

“Seruan Pertobatan; hanya himbauan atau sebuah teguran ?"

HARI MINGGU ADVEN II

Seruan Pertobatan; hanya himbauan atau sebuah teguran ?"

Yes. 40 : 1-5.9-11; 2 Ptr. 3 : 8-14; Mrk. 1 : 1-8

Tobat adalah sebuah kata yang sangat sering kita dengar. Tidak hanya pada masa menjelang Natal saat ini, terlebih saat kita akan menyambut Masa Paskah. Pada Pekan kedua Adven ini bacaan-bacaan Kitab Suci mengacu pada kedatangan Tuhan yang tentu saja mensyaratkan sikap tobat dari mereka yang ingin diselamatkan. Allah Bapa kita memang tidak pernah bosan mengajak manusia untuk bertobat. Saat manusia pertama jatuh dalam dosa, Allah tidak membuat mereka mati (Kej. 3 :3) melainkan hanya mengusirnya (Kej. 3 : 23) dari Taman Eden agar manusia tetap hidup. Kita semua tahu bahwa maksud dari segala kemurahan Allah ini adalah untuk memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat (bdk Rm. 2 :4).

Umat Tuhan yang terkasih. Dari seruan Yohanes Pembaptis dalam Bacaan Injil Minggu ini sangat jelas disampaikan pesan pertobatan itu, yaitu “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu … “. Lalu bagaimana sikap kita seharusnya ? Pertama, hidup tobat bukanlah sekedar sebuah momen di dalam hidup kita. Bukan hanya menjelang Natal atau menjelang Paskah saja hidup kita berubah sejenak menjadi sangat baik dan benar, hidup tobat adalah sebuah cara hidup atau pola hidup yang harus terus dilakukan setiap hari. Hidup tobat adalah sebuah keniscayaan sebagai anak-anak Allah. Kedua, seruan pertobatan yang terus menerus didengungkan sejatinya bukanlah sebuah himbauan, melainkan sebuah teguran sehingga mendesak untuk kita dilaksanakan segera. Maka, pertobatan bukanlah urusan besok atau lusa melainkan sekarang dan saat ini. 

Pada Pekan kedua Adven ini kita diminta untuk terus mempersiapkan diri menyambut datangnya Sang Juruselamat. Kita diminta untuk melihat ke dalam diri kita apakah hati ini telah menjadi Palungan yang layak bagi kehadiran DIA di dalam hidup kita. Hidup Tobat harus merupakan jalan utama yang harus kita tempuh agar kita segera mampu menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan (Mat.3 :8).

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan Yesus dalam Ekaristi

Tuhan memberkati