Siapa Yang Mencari Siapa ?

Siapa Yang Mencari Siapa ?

SIAPA YANG MENCARI SIAPA ?

Bacaan-bacaan Kitab Suci Minggu ini banyak berbicara tentang bagaimana Tuhan begitu sibuk mencari manusia dengan satu tujuan utama yaitu menyelamatkan manusia. Dalam bacaan pertama dikisahkan bagaimana Musa mencoba melunakkan hati Tuhan untuk tidak menghukum umat Israel yang kedapatan selingkuh dengan membuat patung berhala untuk disembah. Tuhan teringat akan tujuan utama-Nya membawa umat Israel keluar dari Mesir yaitu menyelamatkan mereka. Pun Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengatakan bahwa "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Tim. 1 : 15).

Demikian pula apa yang dikisahkan oleh Lukas dalam tulisan Injilnya. Perumpamaan tentang Domba yang hilang, Dirham yang hilang dan terakhir tentang Anak yang hilang, semuanya berkisah bagaimana upaya-upaya yang dilakukan pemilik Domba dan Dirham juga Ayah si Anak mencari apa yang paling berharga bagi mereka. Dan yang luar biasa, setelah menemukan apa yang dicari, Sang Pemilik dan Si Ayah merayakannya dengan mengadakan pesta besar sebagai ungkapan sukacita yang mereka alami. Dari siapa-siapa yang diundang ke pesta itu kita bisa memberikan gambaran bahwa semua itu bukanlah sekedar pesta tetapi merupakan sebuah pesta besar.

Demikian juga halnya yang akan terjadi di Surga bahwa di sana akan ada sukacita di Surga karena satu orang berdosa yang bertobat dan sangat mungkin hal itu terjadi karena pertobatan kita. Pertanyaan besarnya adalah bilamana moment pertobatan itu terjadi pada diri kita? Apakah saat kita dibaptis? Perjalanan kehidupan beriman kita sepertinya mirip-mirip dengan apa yang dialami oleh
Bangsa Israel saat mereka dipandu Musa keluar dari Mesir menuju tanah terjanji yang terlebih dahulu harus melintasi padang gurun yang luas dan tandus. Benar pembaptisan telah membawa kita keluar dari cengekeraman dosa. Pembaptisan juga telah mengubah kita menjadi anak-anak Allah. Tetapi, apakah perjalanan hidup kita setelah menjadi anak-anak Allah selalu sesuai dengan kehendak-Nya? Apakah kita tetap melaksanakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (bdk. Fil. 2 : 12)?

Umat Tuhan yang terkasih, Roh Kudus memberi inspirasi kepada penulis Kitab Keluaran, Paulus dan Lukas yang kita baca pada minggu ini tentu punya maksud dan sedikit banyak memberikan gambaran kepada kita mengenai bagaimana cara hidup kita saat ini pasca pembaptisan yang kita terima dahulu. Apakah ajaran Kasih yang secara konkrit telah diajarkan dan dijalankan oleh Kristus Penyelamat kita telah benar-benar menjadi habitus di dalam diri kita, minimal berupaya serius untuk itu? Bagaimana keterlibatan kita di dalam komunitas Gereja; di Lingkungan, Paroki dan pelayanan lainnya? Bagaimana hidup doa kita? Membaca Kitab Suci? Apa yang mendorong kita mengikuti Misa? Kiranya hal-hal ini menjadi pertanyaan reflektif bagi kita untuk kembali melaksanakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, sebelum semuanya terlambat agar kita tidak menjadi Anak yang hilang.

Selamat hari Minggu – Tuhan memberkati. Amin