“Siapakah Harta dan Mutiara Terindah di dalam hidup kita?”

“Siapakah Harta dan Mutiara Terindah di dalam hidup kita?”

HARI MINGGU BIASA XVII
“Siapakah Harta dan Mutiara Terindah di dalam hidup kita?”

1 Raj. 3:5.7-12; Rm. 8 : 28-30; Mat 13 : 44-46/52

Kita semua tentu masih ingat kisah pertobatan Paulus. Paulus yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Damsyik, tiba-tiba bertemu Tuhan Yesus di tengah perjalanan dan itu menjadi momen yang mengubah arah hidup Paulus dari seorang penganiaya pengikut Kristus menjadi seorang pewarta Kristus yang tangguh. Jauh sebelum Paulus, kisah Zakheus dalam Injil Lukas 19:1-10, juga sangat mengispirasi kita bagaimana sebuah perjumpaan dengan Yesus secara pribadi benar-benar telah mengubah arah hidup seseorang. Saat masih OMK, berpuluh tahun lalu, Penulis juga memiliki seorang teman yang hidupnya berubah setelah dia bermimpi bertemu dengan seseorang berjubah putih yang saat itu sangat diyakininya bahwa itu adalah Tuhan Yesus. Pertemuan dalam mimpi itu telah mengubah arah hidupnya dari seorang preman jalanan menjadi seorang pengikut Kristus yang setia dalam berbagai pelayanan di Gereja.

St. Ireneus, seorang Bapa Gereja yang juga Uskup Lyon – Prancis (yang hidup +/- tahun 130-202) mengidentifikasikan harta yang terpendam dan mutiara yang indah itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Contoh-contoh di atas dapat memberikan kita sebuah gambaran kebenaran tafsir St. Ireneus itu. Lalu pesan apa yang dapat kita ambil dan relevan dengan kondisi kita saat ini? Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini mungkin dapat membantu kita; apa yang berbeda terkait cara hidup kita sebelum dan sesudah dibaptis? Apakah kita sudah melepaskan diri dari segala kelemahan dan kerapuhan kita (egoisme, kesombohan dll) demi Kristus, harta yang terpendam dan mutiara yang indah itu? Wah... susah!!!

Realita hidup di jaman ini mungkin sangat berbeda dengan kehidupan di jaman Yesus hidup. Kisah di Kitab Suci sepertinya mudah-mudah saja; menjual seluruh hartanya untuk membeli ladang atau mutiara yang paling berharga itu, walau pun kenyataannya mungkin tidak seindah kisahnya. Paulus-pun pada awalnya sempat dicurigai ketulusannya bertobat (Kis.9:19b-31). Hal yang sama juga terjadi pada Zakheus saat banyak orang tetap mencibirnya sebagai orang berdosa yang tidak layak untuk didekati (Luk.19:1-10). Apa yang membuat Paulus dan Zakheus tetap konsisten pada jalan pertobatan yang mereka pilih? Karena mereka telah menemukan Kristus, harta yang terpendam dan mutiara yang indah itu.

Umat Tuhan yang terkasih, melalui baptisan, KRISTUS yang sama itu telah menjadi milik kita dan kita menjadi milik-Nya. Mari kita terus pelihara hati kita agar tetap menjadi Singgasana bagi Sang Maharaja dengan tetap konsisten pada jalan kebenaran yang telah kita pilih, bukan sebaliknya, menjadi penjara bagi Dia dengan terus menjalani hidup yang tidak selaras dengan kehendak-Nya. Tak perlu khawatir, Tuhan akan turut bekerja membantu kita sejauh kita serius mengasihi-Nya, begitu pesan Paulus dalam bacaan kedua (bdk. Rm. 8:28).

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi.