“Solo Dios Basta”

“Solo Dios Basta”

Hari Minggu Biasa XXX

“Solo Dios Basta”

Kel. 22 : 21 – 27; 1 Tes. 1 : 5c – 10; Mat. 22 : 34 – 40

Bacaan Injil hari berbicara tentang Hukum Kasih. Sebagai orang Katolik tentu sudah sangat hafal dengan dua Hukum Utama ini karena itu seharusnya tidak perlu ada renungan lagi alias tinggal laksanakan saja. Tetapi di sinilah letak masalahnya. Pada perikop lain dikatakan bahwa “Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (1 Yoh 4:20). Dari sini jelas bahwa dasar kekristenan yang sesungguhnya adalah apakah kita benar-benar dan sungguh sungguh mengasihi Allah.

Mungkin beberapa hal bisa dijadikan permenungan pribadi. Pertama, bagaimana kita memandang Ekaristi yang setiap minggu kita hadiri? Apakah hanya suatu kegitan rutin sebagai orang Katolik ataukah didasari sebuah kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan yang sungguh-sungguh hadir? Apakah kita sungguh-sungguh hadir di dalam perayaaan Ekaristi atau secara fisik hadir tetapi pikiran kita melayang-layang ke tempat lain? Apakah kita memandang Ekaristi sebagai kurban penebus dosa atau sekedar ritual mingguan bagi orang Katolik?

Permenungan lain yang juga penting adalah, apakah kita setiap hari membaca Kitab Suci yang adalah Firman Tuhan? Inilah santapan rohani yang akan menyegarkan jiwa kita sepanjang hari yang akan kita jalani. Bagaimana juga dengan doa-doa pribadi yang kita doakan? Semuanya ini sangat membantu agar relasi kita dengan Allah Sang Kasih sejati benarbenar terjalin akrab. Sehingga pada saatnya, saat pengaruh Allah sungguh-sungguh menguasai kita, maka cara pandang kita kepada sesama-pun akan berubah, kasih kepada sesama akan mengalir dengan sendirinya. Tentu saja semua ini hanya mungkin saat kita benar-benar mau membuka hati saat Roh Kudus membimbing kita, kita biarkan Allah melakukan intervensi ilahi untuk mengubah kita.

Untuk menutup renungan singkat ini saya ingin mengutip satu ungkapan yang sangat indah dari Sta. Teresa dari Avila, yaitu “Solo Dios Basta” yang artinya “Allah saja cukup”. Melalui ungkapan ini, Sta. Teresa ingin menyampaikan keterpesonaannya ketika jiwanya ditarik dalam persatuan dengan Tuhan di mana hal ini membawa kebahagiaan yang sangat mendalam baginya.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi - Tuhan memberkati.