“Solo Dios Basta – Allah Saja Cukup”

“Solo Dios Basta – Allah Saja Cukup”

Hari Minggu Biasa XVII

“Solo Dios Basta – Allah Saja Cukup”

Kej. 18 : 20 – 32; Kol. 2 : 12-14; Luk. 11 : 1 – 13

Di dalam perikop bacaan Injil Minggu ini terdapat doa yang Tuhan Yesus ajarkan sendiri, yaitu doa Bapa Kami. Sebagai seorang Kristen Katolik pastilah sudah hafal dengan doa ini, doa yang bahkan diajarkan pertama kali saat sekolah Minggu atau saat seseorang menjadi Katekumen. Renungan kali ini tidak akan membahas Doa Bapa Kami karena Penulis yakin kita semua pasti sudah hafal dan tahu betapa doa ini adalah doa yang lengkap dan sempurna.

Renungan ini ingin mencoba mendalami ayat 9 – 10 di dalam Injil Lukas yang berbunyi “ Karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah , maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan”. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan sebagai sebuah kepastian; kalau minta sesuatu kepada Tuhan dengan iman, pasti dikabulkan oleh Tuhan. Bahkan ayat-ayat ini sering dikutip oleh para Pewarta atau Hamba Tuhan untuk meyakinkan umat betapa pentingnya memiliki iman kepada Tuhan. Renungan ini tidak ingin membahas apakah keyakinan yang seperti itu benar atau salah, tetapi ingin mencoba menjawabnya dengan sebuah uraian di bawah ini.

Seandainya apa yang kita sampaikan di dalam doa sudah sesuai dengan rencana Tuhan, baik objek doa maupun waktunya, mungkin Tuhan akan segera mengabulkan seluruh doa kita. Bagaimana jika objek doa tidak sesuai rencana Tuhan, namun waktunya sesuai rencana Tuhan ? Mungkin Tuhan akan segera menjawab doa kita namun dengan objek yang lain yang lebih baik yang sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Atau objek doa sudah sesuai dengan rencana Tuhan tetapi waktunya belum sesuai dengan rencana Tuhan, maka mungkin Tuhan akan menunda mengabulkannya. Bagaimana jika objek doa dan waktunya tidak sesuai rencana Tuhan ? Mungkin Tuhan akan mengubah semuanya. Kita masih menggunakan kata mungkin, karena semua ini sepenuhnya adalah hak Tuhan. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Umat Tuhan yang terkasih, perlu kita pahami bahwa doa bukanlah surat perintah kepada Tuhan untuk segera mengabulkan semua doa-doa kita hanya karena kita merasa sudah percaya kepada-Nya. Tuhan selalu memiliki rancangan-rancangan terbaik untuk kita (bdk Yer. 29:11) yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita dan Tuhan juga memiliki kejutan-kejutan terbaik bagi siapa saja yang mengasihi-Nya (bdk 1 Kor.2:9) dan pasti itu demi kebaikan kita. Sta. Teresa dari Avila bahkan tidak pernah meminta apapun dari Tuhan karena menurutnya, Tuhan sudah memberikan kasih-Nya yang terbatas kepada manusia, termasuk kepada dirinya. Bagi Sta. Teresa, Allah saja cukup – Solo Dios Basta, begitu ungkapan yang sangat terkenal dari Sta. Teresa dari Avila Sebagai penutup, mari kita renungkan kalimat ini, “Janganlah berdoa hanya karena kita membutuhkan sesuatu dari Tuhan, tetapi berdoalah karena kita membutuhkan Tuhan di dalam hidup kita”. Dia akan memberikan Roh Kudus kepada siapapun yang meminta kepada-Nya.

Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi – Tuhan memberkati