Taat dan Setia

Taat dan Setia

Apakah diantara kita ada yang pernah melihat biji sesawi seperti yang diceritakan di dalam bacaan Injil Minggu ini ? Warnanya kecoklatan, kecil sekali, kurang lebih berdiameter 0,5 – 1 milimeter. Yang luar biasa adalah apa yang dikatakan Tuhan Yesus terkait biji sesawi ini. Dengan iman sebesar itu, kita dapat memerintahkan sebuah pohon untuk berpindah tempat kemana kita kehendaki. Jawaban Tuhan ini untuk merespon permintaan Para Rasul untuk menambah Iman mereka. Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi  saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Luk. 17 : 5-6).

Ada ayat lain yang juga menarik untuk kita lihat dan menurut hemat Penulis ayat ini merupakan jawaban atas maksud Tuhan Yesus terkait biji sesawi diatas, yaitu ayat 10; Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.". Ayat 10 ini merupakan kesimpulan dari penjelasan Tuhan Yesus yang sebelumnya bercerita mengenai seorang hamba yang setelah melayani Tuannya tidak menuntut ucapan terima kasih karena para Hamba itu sudah mengerti apa yang telah menjadi tugasnya. Lalu ... pesan apa yang ingin disampaikan kepada kita mengenai hal ini ?

Umat Tuhan yang terkasih .. terkait keseluruhan bacaan-bacaan Minggu ini Tuhan ingin berpesan kepada kita; pertama, kita jangan pernah mengukur seberapa besar iman kita kepada Tuhan. Tidak ada satuan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar iman kita. Kalau air bisa kita ukur dengan satuan liter, atau benda padat lain dapat kita ukur dengan satuan kilogram. Karena kalau iman dapat diukur menurut ukuran manusia, apakah kita tidak akan tergoda untuk menjadi sombong ? Hanya Tuhan yang dapat melihat dan mengukur seberapa besar Iman kita kepada-NYA. Kedua, seberapa besar iman kita kepada Tuhan adalah seberapa jauh dan dalam ketaatan dan kesetiaan kita kepada segala kehendak Tuhan. Saat berbicara tentang Iman kita juga berbicara tentang ketaatan dan kesetiaan kita kepada-NYA. Ketaatan dan kesetiaan bukanlah jasa baik kita kepada Tuhan sehingga kita berhak mendapat ucapan terima kasih. Ketaatan dan kesetiaan adalah keniscayaan dalam beriman. Wujud Iman adalah ketaatan dan kesetiaan kepada-NYA. Kiranya Nubuat Habakuk dalam bacaan Pertama dapat kita jadikan pagangan untuk hidup kita yaitu orang benar akan hidup berkat imannya (bdk Hab. 2:4).

 Selamat hari Minggu – selamat bertemu Tuhan Yesus dalam Ekaristi – Tuhan memberkati