Tuhan Yang Mencari Manusia

Tuhan Yang Mencari Manusia

Paskah; Tuhan Yang Mencari Manusia

Bacaan I               : Kis. 10 : 34a.37-43
Bacaan II              : Kol. 3 : 1-4 atau 1 Kor. 5 : 6b-8
Bacaan Injil         : Yoh. 20 : 1-9

Pertama-tama Penulis ingin mengucapkan Selamat Paskah untuk kita semua, selamat merayakan kemenangan Iman kita sekaligus juga ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bersyukur kepada Tuhan Yesus yang rela wafat di Salib hanya demi kita, orang-orang yang tidak layak ini, agar boleh mengalami keselamatan kekal berkat kematian-NYA. Semoga setelah Paskah kali ini kita semua semakin berkomitmen untuk menjalani hidup tobat untuk mengembalikan diri kita sebagai Citra Allah. Amin

Seorang Filsuf sekaligus Rabbi Yahudi yang bernama Abraham Joshua Heschel mengatakan bahwa “Kitab Suci tidak hanya berbicara tentang Manusia yang mencari Allah, tetapi juga tentang Allah yang mencari Manusia”. Penulis merasa quote ini cocok untuk kita pakai sebagai renungan Paskah kali ini. Itulah sebabnya Judul Renungan ini diangkat berdasarkan quote dari A.J. Heschel tsb. Mari kita lihat bagaimana Allah mencari manusia ...

Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah telah menyatakan bahwa keturunan perempuan ini akan mampu mengalahkan setan (Kej. 3 : 15). Ini sebuah komitmen Allah bahwa sejak awal manusia sudah masuk dalam rencana keselamatan-NYA. Perjalanan sejarah iman selanjutnya juga menunjukkan tindakan Kasih Allah yang tidak pernah membiarkan manusia yang taat kepada-NYA jatuh ke dalam kebinasaan. Sejarahnya sangat menarik. Di awal, Allah menjanjikan keselamatan hanya kepada Pasangan Suami Istri yaitu Adam dan Hawa. Kemudian Allah juga menyelamatkan sebuah keluarga yaitu Keluarga Nabi Nuh dengan sebuah perjanjian bahwa tidak akan ada lagi air bah yang akan memusnahkan bumi. 

Janji berkat juga diberikan kepada Abraham dan keturunannya. Demikian juga kepada Musa, Daud dan akhirnya secara paripurna Allah mengutus Putra-NYA sendiri, yang lahir dari keturunan Daud untuk menebus dosa manusia. Setelah Kristus menunaikan misi-NYA di dunia, sengsara, wafat, bangkit dan naik ke Surga, tugas perutusan selanjutnya di teruskan oleh Gereja yang didirikan-NYA (bdk. Mat. 16:18-19) agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Tim.2:4) dan untuk menyertai perjalanan manusia hingga akhir jaman. (bdk Mat. 28 : 20).

Umat Tuhan yang terkasih, mari kita coba jawab pertayaan ini ... “Siapakah yang paling serius dan paling sibuk; Tuhan yang mencari manusia ciptaan-NYA atau Manusia yang mencari Tuhan penciptanya ?”. Jika pertanyaan ini di tujukan kepada kita, apa jawaban kita ? Dunia dengan segala tawarannya yang begitu memikat seringkali menjebak manusia untuk menunda-nunda waktu mendekat kepada Penciptanya. Paskah baru akan bermakna bagi kita saat kita sungguh menyadari bahwa membangun relasi yang mendalam dengan Allah adalah cara kita untuk kembali menjadi Citra-NYA. 

Selamat hari minggu, selamat Paskah. Tuhan memberkati.