“Datang dan Lihatlah”

“Datang dan Lihatlah”

HARI MINGGU PASKAH VII

Minggu Komunikasi Sedunia

“Datang dan Lihatlah”

Kis. 1 : 15-17.20a.20c-26; 1 Yoh. 4 : 11-16; Yoh. 17 : 11b-19

Judul Renungan Minggu ini mengambil tema yang di pakai pada Hari Komunikasi Sedunia 2021. Tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2021 yang dipilih oleh Paus Fransiskus ini menggemakan kata-kata Rasul Philipus untuk mengingat bahwa komunikasi berarti bertemu orang sebagaimana dan di mana mereka berada. Bapa Suci memang tidak mengutip bacaan-bacaan Minggu ini untuk mendukung tema Hari Komunikasi Sedunia ini. Bapa Suci justru mengambil tema itu berdasarkan perkataan Rasul Phlipus yang tertulis di Yohanes 1 : 46. Tetapi ... kenapa hari ini justru bacaan-bacaannya berasal dari perikop-perikop yang berbeda? Mari kita lihat ...

Bacaan Injil Minggu ini berkisah tentang Yesus yang berdoa kepada Bapa-Nya di hari-hari terakhir keberadaan bersama Murid-murid-Nya. Doa Yesus ini tidak pertama-tama meminta Bapa untuk menyertakan Para Murid-Nya ikut bersama- Nya terangkat ke Surga, tetapi justru untuk meminta kepada Bapa-Nya agar meneguhkan dan memberi kekuatan kepada Para Murid dan semua yang percaya bahwa di dalam perjalanan perutusan yang mereka akan jalani, mereka tidak sendirian. ‘Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia ...’, penggalan Doa Yesus ini sejalan dengan tema Hari Komunikasi Sedunia 2021 yang digagas oleh Bapa Suci. Keberadaan kita di dunia ini adalah sebagai utusan yang sedang ‘mendatangi dan melihat’ domba-domba Allah yang membutuhkan peneguhan dan pengharapan akan kabar sukacita keselamatan. ‘Datang dan Lihat’ adalah inti dari Injil, begitu kata Bapa Suci. Setelah Yesus naik ke Surga, tugas untuk mewartakan kabar sukacita keselamatan itu kini melekat pada diri kita yang telah menerima baptisan. Dengan datang dan melihat, kehadiran diri kita telah menjadi cara Allah berkomunikasi dengan umat-Nya di dunia ini.

Umat Tuhan yang terkasih, terkait peran kita sebagai sarana dan cara Allah berkomunikasi dengan umat-Nya, tentu sangatlah tergantung sejauh mana kita terus membangun komunikasi dengan Allah. Tuhan Yesus begitu fasih menyampaikan apa yang diterima-Nya dari Bapa-Nya karena Yesus terus menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan Bapa-Nya melalui doa, sesibuk dan selelah apapun Dia. Komunikasi yang erat dengan Allah, pun harus terus kita jalani melalui hidup doa dan berbagai sarana rohani lainnya. Harus terus juga menjadi kesadaran kita mengapa Yesus tidak meminta Bapa-Nya untuk segera mengambil kita dari dunia (bdk. Yoh. 17:15), karena sebagai seorang utusan kita semua dipanggil untuk menjadi saksi kebenaran; untuk pergi, melihat dan berbagi.

Selamat hari minggu, selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.