"Hari Raya SP Maria Bunda Allah"

"Hari Raya SP Maria Bunda Allah"

Minggu, 01 Januari 2023
"Hari Raya SP Maria Bunda Allah"

(Bil. 6 : 22-27 ; Gal. 4 : 4-7 ; Luk. 2 : 16-21)

Bunda Allah

Tak terasa kita sudah memasuki tahun yang baru, yaitu tahun 2023. Selamat Tahun Baru untuk kita semua. Seperti tahun-tahun yang lalu, apa yang ada di benak kita untuk kita lakukan di tahun 2023 ini ? Pasti banyak hal dan rencana yang sudah kita persiapkan agar di tahun yang baru ini benar-benar memiliki arti khusus untuk kita, mungkin akan kita canangkan sebagai tahun pencapaian terbaik bagi hidup dan karir kita.

Sesuai kalender Liturgi Gereja, Minggu ini Gereja Semesta merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Dogma Santa Perawan Maria Bunda Allah adalah salah satu dari 4 (empat) Dogma yang terkait dengan Bunda Maria. Dogma lainnya adalah Dogma Bunda Maria Tetap Perawan, Dogma Bunda Maria Dikandung Tidak Bernoda dan Dogma Maria Diangkat Ke Surga. Mengapa Bunda Maria disebut Bunda Allah ? Simple saja dan sangat alkitabiah, karena Yesus yang dilahirkan Bunda Maria adalah Allah, maka Bunda Maria disebut Bunda Allah (Luk. 1:43).

Lalu apa maknanya bagi kita saat ini jika dikaitkan dengan Dogma Santa Perawan Maria Bunda Allah ? Mari kita jawab pertanyaan ini dengan sebuah pertanyaan retoris. Disepanjang tahun 2022, sebesar apa ruang di hati kita yang telah kita khususkan bagi Allah ? Peran apa yang telah kita berikan kepada hati kita di tahun-tahun yang lalu; penjara atau Singgasana bagi Allah ? Seberapa serius kita menempatkan Allah dan kehendak-Nya sebagai dasar dari setiap kata dan perbuatan kita ? Perawan Maria bukan saja telah memberikan hatinya bagi Allah, tetapi juga memberikan tubuhnya, secara khusus, Rahimnya bagi kehadiran Allah di dunia. Perawan Maria siap bekerja sama dengan Allah, dengan segala konsekuensinya, agar rencana Allah untuk menyelamatkan manusia melalui PutraNya dapat terlaksana di dunia ini. Sang Perawan Tak Bernoda senantiasa menempatkan Allah dan kehendak-Nya di atas segalanya. 

Kembali ke pertanyaan awal diatas; apa yang ada di benak kita untuk kita lakukan di tahun 2023 ini ? Refleksi ? Mari kita merefleksi diri kita masing-masing. Sejauh mana kita sudah menempatkan Allah dan kehendak-Nya di dalam hidup kita ? Apakah Allah memiliki ruang khusus di hati kita sehingga Ia bebas Bertahta dan Meraja di hidup kita ? Hati manusia adalah sebuah ruang tanpa batas, apapun yang ada didunia ini tidak akan pernah mampu memuaskannya. Hati seharusnya menjadi rumah bagi Sang Mahabesar, yaitu Allah.

Sekali lagi, “Selamat tahun baru 2023”, semoga di tahun yang baru ini kita akan selalu bergandengan tangan dengan Sang Mahakasih sehingga kita akan selalu mampu menghadirkan Wajah Allah dimanapun kita berada.

Selamat hari Minggu  - selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi – Tuhan memberkati.