Jalan Menuju Kesempurnaan

Jalan Menuju Kesempurnaan

Ketika Yesus hendak memulai perjalanan, seorang pria berlari, berlutut di hadapan-Nya, dan bertanya kepadanya, “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk mewarisi kehidupan kekal?” Yesus menjawabnya, “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada seorang pun yang baik selain Tuhan saja. Kamu mengetahui perintah-perintahnya…” Markus 10:17–19

Yesus menyapa orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Dia menegur orang-orang sombong dan angkuh yang datang menjebak-Nya. Dia sangat lemah lembut dan baik hati terhadap orang berdosa yang bertobat dan menangis. Dia berbicara dengan perumpamaan dan kiasan kepada orang-orang yang penasaran namun kurang beriman. Dan kepada mereka yang datang dengan keterbukaan, dengan tulus mencari kebenaran, Dia berbicara dengan jelas, penuh kasih dan langsung.

Injil hari ini menyajikan kepada kita kisah yang tidak asing lagi tentang Pemuda Kaya. Perhatikan bagaimana pemuda ini datang kepada Yesus. Pertama, dia “berlari” menemui Yesus. Ini menunjukkan bahwa dia sangat berkeinginan untuk berbicara dengan Tuhan kita. Dia juga berlutut di hadapan Yesus, yang menunjukkan kerendahan hati dan rasa hormatnya. Kemudian dia mengajukan pertanyaan yang langsung dan penting kepada Yesus. Dia tidak meminta Yesus untuk menyembuhkan seseorang. Dia tidak mencari keajaiban atau bantuan pribadi. Sebaliknya, pemuda ini mengajukan pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada Yesus setiap hari. “Guru yang baik, apa yang harus saya lakukan untuk mewarisi hidup yang kekal?” Apakah ini pertanyaan yang Anda renungkan dan tanyakan pada Tuhan kita?

Seiring dengan terungkapnya kisah ini, Yesus memberikan dua jawaban. Pertama, Dia memberi pemuda itu jawaban mendasar terhadap pertanyaannya. Kehidupan kekal diperoleh dengan menjauhi dosa berat, karena cinta dan ketaatan pada kehendak Tuhan. Namun setelah pemuda itu bertanya lebih jauh, Yesus memberinya jawaban yang lebih dalam. Jawaban kedua ini didasarkan pada kasih yang mendalam kepada pemuda ini karena memberikan kunci kesempurnaan. “Kamu kekurangan satu hal. Pergilah, juallah apa yang kamu punya, dan berikan kepada orang miskin, maka kamu akan mempunyai harta di surga; kalau begitu ayo, ikuti aku.”

Banyak orang menjalani hidup dengan memenuhi ajaran kekudusan yang paling mendasar. Mereka menghindari dosa berat agar tetap berada dalam keadaan rahmat. Dan ini bagus. Namun Yesus menginginkan lebih dari itu: Dia menginginkan kesempurnaan. Ketika kita dengan tulus mencari kesempurnaan, Yesus akan menjawab kita seperti Dia menjawab Pemuda Kaya. Kesempurnaan membutuhkan pemurnian terdalam dari segala keterikatan yang tidak sehat. Kebanyakan orang memiliki banyak keterikatan yang menghambat kesempurnaan. Keterikatan tersebut mungkin bukan dosa berat, tetapi dosa ringan, atau ketidaksempurnaan rohani. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahwa jika Anda menginginkan kesempurnaan, dan jika Anda merendahkan diri di hadapan Tuhan kita dan dengan tulus bertanya bagaimana cara mendapatkannya, Dia akan dengan penuh kasih mengundang Anda untuk melepaskan diri dari segalanya kecuali Tuhan dan kehendak suci-Nya bagi hidup Anda. Apa arti praktisnya bagi Anda harus dipahami dengan sungguh-sungguh.

Renungkan, hari ini, apakah Anda dapat bergabung dengan pemuda kaya ini dalam pertanyaan sederhana yang diajukannya kepada Yesus atau tidak. Apakah Anda ingin tahu bagaimana menjadi sempurna? Jika ya, apakah Anda siap menanggapi jawaban Yesus? Apakah Anda bersedia meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kehendak Tuhan agar Anda dapat mengikuti-Nya dan memenuhi kehendak-Nya yang sempurna? Renungkan pertanyaan ini dan berkomitmenlah pada diri Anda sepenuhnya untuk menerima jawaban Yesus dan Anda akan menjadi lebih kaya dalam hal-hal yang tidak dapat Anda bayangkan.

Tuhanku yang murah hati, Engkau memanggilku menuju kesempurnaan. Engkau memanggilku untuk berpaling dari segala sesuatu yang menghalangi cintaku yang sempurna kepada-Mu dan pelukan penuhku pada kehendak-Mu. Tolong bantu aku untuk dengan tulus berpaling kepada-Mu setiap hari, hanya mencari kehendak-Mu yang penuh dalam segala hal. Sewaktu saya melakukannya, mohon bebaskan saya dari semua yang menghalangi saya dari kehidupan kesempurnaan yang menjadi tujuan saya. Yesus, aku percaya pada-Mu.(komsos - Source)