Kedalaman Belas Kasihan yang Baru

Kedalaman Belas Kasihan yang Baru

Jika seseorang memaksamu untuk bertugas sejauh satu mil, pergilah bersamanya sejauh dua mil. Berikanlah kepada orang yang meminta kepadamu, dan janganlah membelakangi orang yang mau meminjam.” Matius 5:41–42

Seiring berkembangnya iman Israel selama berabad-abad, sebelum kedatangan Kristus, terdapat berbagai tahap kemajuan dalam moralitas. Sebelum adanya hukum moral dalam Perjanjian Lama, merupakan hal yang lazim bagi sebuah keluarga untuk melakukan pembalasan dendam terhadap keluarga lain ketika mereka dirugikan. Hal ini menyebabkan kekerasan dan perselisihan yang berkelanjutan. Namun kemajuan telah dicapai ketika hukum pembalasan ditetapkan yang mengatakan, “Apabila seseorang menyebabkan kerusakan pada sesamanya, seperti yang telah dilakukannya, maka hal itu akan menimpa dia, patah demi patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; sebagaimana ia telah menjelek-jelekkan seseorang, demikian pula ia pun akan cacat” (Imamat 24:19–20). Ini adalah bentuk keadilan baru yang melarang balas dendam menjadi lebih parah daripada kejahatan yang dibalas. Pada saat itu, hal ini membantu mengakhiri perselisihan keluarga yang terus meningkat.

Hukum pembalasan inilah yang Yesus sampaikan dalam Injil kita hari ini. Bentuk moralitas yang baru dan jauh lebih tinggi yang Yesus ajarkan menyerukan kepada murid-murid-Nya untuk “tidak memberikan perlawanan terhadap orang yang jahat” dan memberikan pipi yang lain ketika kejahatan dilakukan terhadap mereka. Meskipun keadilan yang ketat menuntut kepuasan atas dosa, ajaran baru Yesus adalah bahwa belas kasihan membayar setiap hutang. Pertama, rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita, untuk pengampunan dosa-dosa kita, membayar hutang dosa-dosa kita ketika kita benar-benar bertobat dan berubah. Namun jika kita ingin hutang kita kepada Tuhan agar dosa-dosa kita diampuni dan dibayar kembali, maka kita harus melakukan hal yang sama terhadap orang lain, dan tidak menaruh dendam pada mereka.

Namun Yesus melangkah lebih jauh lagi. Dalam ayat yang dikutip di atas, Yesus menasihati murid-murid-Nya untuk melakukan suatu bentuk kasih dan kemurahan hati yang baru dan radikal. Kode moral baru ini adalah bagaimana anak-anak Kerajaan Allah kini dipanggil untuk bertindak. Tidaklah cukup hanya mengampuni dan melupakan hutang seseorang karena dosanya. Belas kasihan kini mengharuskan kita untuk “Memberi kepada orang yang meminta” dan berjalan “dua mil” dengan orang yang hanya meminta Anda berjalan satu mil bersama mereka. Dengan kata lain, kasih Kristiani jauh melampaui setiap konsep keadilan yang ketat dan bahkan melampaui pengampunan yang mendasar. Ini tentu saja merupakan ajaran baru dan radikal dari Tuhan kita.

Pikirkan tentang hukum moral baru ini dalam kehidupan Anda sendiri. Tingkat “keadilan” manakah yang paling sering Anda jalani? Ketika seseorang berbuat salah kepada Anda, apakah Anda hidup seperti orang-orang sebelum hukum Perjanjian Lama dengan berusaha membalas mereka dengan tingkat yang lebih besar daripada kerugian yang menimpa Anda? Apakah Anda hidup berdasarkan hukum yang mengupayakan keadilan yang setara antara mata ganti mata? Apakah Anda berusaha mengampuni dan memberikan belas kasihan sebagai pembayaran atas hutang orang lain karena dosa yang mereka lakukan terhadap Anda? Atau, idealnya, apakah Anda berusaha untuk melampaui tindakan memaafkan dan memberikan belas kasihan dengan cara yang baru, murah hati, dan berlimpah? Tingkat kasih yang terakhir ini sulit diperoleh dan dijalani, namun itulah cara Tuhan memperlakukan kita dan itulah cara Dia memanggil kita untuk memperlakukan orang lain.

Renungkan, hari ini, atas rasa sakit apa pun yang mungkin sedang Anda alami saat ini. Dan pertimbangkan cara Anda menangani rasa sakit itu. Saat Anda berusaha memahami hukum baru tentang cinta dan belas kasihan yang diberikan oleh Tuhan kita, berdoalah kepada-Nya agar Dia memberi Anda rahmat yang Anda perlukan untuk memberikan kepada orang lain tingkat rahmat yang sama seperti yang Tuhan berikan kepada Anda.Tuhanku yang pemurah, Engkau memberikan rahmat-Mu dalam kelimpahan. Engkau tidak hanya mengampuni ketika kami bertobat, Engkau juga mengembalikan kami ke tingkat kekudusan yang jauh lebih tinggi daripada yang layak kami dapatkan. Berilah aku rahmat yang kubutuhkan, ya Tuhan, untuk memberikan tingkat belas kasihan dan kasih yang sama kepada mereka yang telah berdosa terhadapku. Aku memaafkan semua orang yang telah menyakitiku. Tolong bantu aku untuk juga mencintai mereka dengan sepenuh hati. Yesus, aku percaya pada-Mu.(KOMSOS/SOURCE)