Perdamaian? Atau Dunia?

Perdamaian? Atau Dunia?

“Aku telah mengatakan hal ini kepadamu supaya kamu mendapat kedamaian dalam diriku. Di dunia ini kamu akan mendapat kesulitan, tetapi beranilah, Aku telah menaklukkan dunia.” Yohanes 16:33

Apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya yang menghasilkan “kedamaian” yang Dia sampaikan? Dia secara khusus mengacu pada seluruh Khotbah Perjamuan Terakhir-Nya yang telah kita baca. Kata-kata yang diucapkan sepanjang ceramah ini dimaksudkan untuk memberi para murid, dan kita, “keberanian” dan kemampuan untuk menaklukkan kesulitan yang dibebankan dunia kepada kita.

Sepanjang ceramah Yesus, Dia secara khusus menunjukkan kesatuan yang Dia miliki dengan Bapa-Nya dan fakta bahwa jika kita tetap bersatu dengan Yesus, kita juga akan bersatu dengan Bapa. Dia berbicara tentang diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita sebagai ranting-ranting yang harus tetap melekat erat pada Yesus. Ia mengatakan bahwa hal ini hanya mungkin terjadi melalui kedatangan kuasa Roh Kudus yang akan diutus-Nya. Dan Dia berbicara tentang kebencian yang dimiliki dunia terhadap semua orang yang tetap berpijak pada Kebenaran. Oleh karena itu, jika Anda adalah orang yang berusaha untuk tetap berakar kuat di dalam Kristus, dipenuhi dengan Roh Kudus dan terpisah dari tipu daya dunia sekuler dan non-Kristen, maka Yesus dengan jelas sedang berbicara kepada Anda.

Dalam perikop di atas, Yesus mengidentifikasi satu karunia yang akan membantu kita dalam perjalanan ini. Karunia khusus ini adalah anugerah kedamaian-Nya. Kedamaian adalah kemampuan untuk tetap tenang dan fokus di tengah setiap “masalah” yang kita hadapi. Masalah yang khususnya dihadapi umat Kristiani adalah berbagai penganiayaan dunia ketika kita hidup selaras dengan Kebenaran. Meskipun ada banyak kebenaran moral yang diungkapkan dengan jelas oleh iman kita yang diserang oleh dunia, ada juga bentuk-bentuk masalah lain yang akan kita temui di dunia saat ini.

Salah satu masalah paling nyata yang menimpa banyak orang di dunia datang dalam bentuk rangsangan visual, pendengaran, dan mental yang terus-menerus. Dunia kita adalah dunia yang bising. Barang-barang elektronik modern, media massa, iklan, radio, internet, media sosial dan banyak bagian lain dari kehidupan kita sehari-hari mempunyai efek halus yang mengalihkan perhatian kita, menstimulasi kita dan mencuri damai sejahtera Kristus.

Pertimbangkan, misalnya, gagasan untuk memasuki keheningan retret selama satu, dua hari, atau lebih lama. Bagaimana cara Anda menangani mematikan ponsel cerdas, tablet, komputer, televisi, dan radio dalam jangka waktu lama? Apakah Anda akan melalui bentuk penarikan? Banyak orang dewasa ini memang menganggap hal ini sulit. Alasannya adalah karena “kedamaian” yang Yesus bicarakan perlahan-lahan semakin berkurang dalam kehidupan banyak orang. Alih-alih kedamaian Tuhan, kita justru dipenuhi dengan kebisingan, keributan, dan aktivitas yang terus-menerus. Inilah “dunia” yang menyerang kita dan mencuri kedamaian yang Tuhan ingin berikan.

Renungkan, hari ini, kebenaran yang sangat penting—bahwa Yesus ingin Anda merasakan kedamaian-Nya di dalam hati Anda. Dan Dia ingin kedamaian itu menopang Anda. Renungkanlah pertempuran batin yang mungkin terjadi dalam diri Anda antara dunia dan kedamaian Kristus. Siapa yang memenangkan pertempuran demi jiwa Anda? Apakah ada lebih banyak dunia atau lebih banyak kedamaian Kristus yang bertahta di dalam diri Anda? Carilah kedamaian yang hanya diberikan oleh Yesus, dan ketika Anda menemukan kedamaian-Nya, Anda juga akan menemukan sumber kedamaian itu: Yesus sendiri.

Tuhan segala kedamaian, Engkau telah memanggil kami keluar dari dunia ini sehingga kedamaian-Mu akan tinggal di dalam kami, menopang kami, memberi kami keberanian, kebijaksanaan, dan kekuatan. Aku membuka hidupku kepada-Mu, ya Tuhan, dan berdoa semoga gangguan dan kegaduhan yang ditimbulkan oleh dunia ini kepadaku akan mulai berhenti. Semoga aku senantiasa mendengar suara lembut-Mu dan mengikuti-Mu menuju tempat ketenangan hening yang hanya terdapat pada-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu. (komsos)